Menkomdigi Resmikan Kampung Internet di Sragen, 22 Desa Kini Dapat Akses Gratis

5 November 2025 18:14 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkomdigi Resmikan Kampung Internet di Sragen, 22 Desa Kini Dapat Akses Gratis
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit dan Desa Tlogotirto, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
kumparanNEWS
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit dan Desa Tlogotirto, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peresmian dilakukan di Kantor Kepala Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (5/11).
Meutya menyebut kehadiran Kampung Internet menjadi bentuk nyata pemerataan akses digital hingga ke pelosok desa. Program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jaringan internet fixed broadband agar masyarakat desa bisa merasakan koneksi yang lebih stabil dan cepat.
“Maka yang kita perkenalkan hari ini, bantuan dari pemerintah di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah menyambungkan Desa Sribit dan beberapa desa lainnya ini dengan koneksi internet fixed broadband, jadi ke rumah-rumah,” kata Meutya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan 87 titik akses internet baru di Desa Sribit dan Desa Tlogotirto, yang terdiri dari 8 titik di fasilitas umum dan 79 titik di rumah warga. Program ini dijalankan melalui kemitraan dengan Koperasi Desa Merah Putih, sekaligus menjadi titik kedua setelah peluncuran serentak sebelumnya di lima provinsi dengan 1.194 titik akses internet.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Meutya menuturkan, kehadiran internet di pedesaan bukan sekadar soal akses informasi, tetapi juga bagian dari upaya memajukan ekonomi lokal. Ia mengibaratkan internet sebagai arus baru yang sama pentingnya dengan Sungai Bengawan Solo yang menghidupi masyarakat Sragen.
“Kalau dulu kita hanya melihat arus Bengawan Solo, sekarang arus internet juga sama pentingnya. Jadi, selayaknya arus Bengawan Solo, arus internet juga Insyaallah memakmurkan. Segala arus-arus yang baik itu memang tujuannya adalah kesejahteraan,” ucapnya.
Meutya juga menyebut, kecepatan internet di Desa Sribit kini telah meningkat signifikan. Dari yang sebelumnya hanya 10 Mbps, kini sudah mencapai 25 Mbps setelah adanya jaringan fixed broadband.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri peresmian Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
“Jadi sebelumnya, sebetulnya kita sudah tingkatkan untuk koneksi selulernya dan tadi kita lihat untuk fixed broadband-nya sudah bisa ter-cover. Kecepatan untuk saat ini 25 Mbps, dari yang sebelumnya di desa ini kurang lebih 10 Mbps,” ungkapnya.
Selain menyediakan akses internet, Kementerian Komdigi juga memberikan pelatihan kepada 13 SMK di Kabupaten Sragen agar para siswa dapat menjadi tenaga teknisi jaringan fiber optik di desanya masing-masing. Meutya berharap hal ini bisa membuka lapangan kerja baru di bidang digital.
“Jadi tidak hanya memberikan bantuan internet, tapi juga kita memberi pelatihan-pelatihan kepada 13 SMK yang ada di Kabupaten Sragen agar anak siswa didiknya bisa kemudian menjadi tenaga yang menjadi teknisi kalau ada kendala-kendala di jaringan fiber optik di desa ini,” ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan internet untuk kegiatan produktif seperti pelatihan UMKM, pertanian, dan teknologi Internet of Things (IoT). Meutya berharap, fasilitas internet ini digunakan untuk hal-hal yang positif.
“Kami harapkan penggunaan internet ini mungkin bisa difokuskan untuk hal-hal yang produktif dan jangan untuk hal-hal yang negatif. Setelah Komdigi pulang dari sini, setelah meresmikan, memang kami nggak bisa mengawasi dari dekat. Nah, ini dititip dan seluruh teman-teman di daerah untuk mengawasi pemanfaatannya bisa betul-betul sesuai amanat Presiden, yaitu memajukan kesejahteraan masyarakat di berbagai desa atau kampung internet yang kita bangun,” jelas Meutya.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut baik program Kampung Internet ini. Ia menyebut, sebanyak 22 dari 61 desa miskin di Sragen kini telah menikmati internet gratis.
“Kami memprioritaskan desa-desa miskin untuk menjadi desa internet. Kami ada 61 desa miskin dan di desa itu kami prioritaskan untuk gratis internetnya. Sekarang sudah ada 22 desa miskin yang kami bebaskan, gratis internetnya,” ujar Sigit.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) meresmikan Kampung Internet di Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurutnya, internet gratis kini menjadi ukuran baru kemajuan desa bagi anak muda Sragen. “Komentar anak-anak mudanya, ‘Pak Sigit, keren, sudah maju desanya.’ Jadi ternyata sederhana. Ada anak muda yang bilang bagus karena internetnya gratis. Jadi tidak perlu beli pulsa lagi, mereka bisa kumpul, kongkow, di titik-titik tertentu memanfaatkan internet gratis itu,” tutur Sigit.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni, menyampaikan program Kampung Internet merupakan bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk pemerataan infrastruktur digital di seluruh Indonesia.
“Sebagaimana pembangunan infrastruktur fixed broadband, di tahun 2029 diharapkan dapat mencapai jangkauan fiberoptic hingga 90% di kecamatan. Tingkat penetrasi fiber optic pada rumah tangga sebesar 50% di tahun 2025 sampai dengan tahun 2026, serta kecepatan layanan mencapai 100 Mbps,” jelas Wayan.
Ia juga menegaskan perluasan akses internet akan diikuti dengan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa agar bisa memanfaatkan konektivitas tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mengupayakan bagaimana mempercepat konektivitas dengan upaya-upaya bagaimana memanfaatkan teknologi baik itu radio link, VSAT, satelit, fiber optic, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Trending Now