MenPPPA Jenguk Korban SMAN 72: Siswa Semangat Belajar Mau Masuk Universitas
8 November 2025 20:10 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
MenPPPA Jenguk Korban SMAN 72: Siswa Semangat Belajar Mau Masuk Universitas
Menteri Arifa kagum dengan semangat siswa korban luka ledakan yang akan mengikuti persiapan bimbingan belajar untuk masuk universitas.kumparanNEWS

Menteri Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menjenguk korban ledakan SMA 72 di RS Yarsi. Sebelumnya, Arifa juga menjenguk korban yang dirawat di RS Islam Cempaka Putih.
Di RS Yarsi, Arifa mengungkapkan kondisi korban sudah mulai membaik. Ia kagum dengan para siswa yang tetap semangat meski dalam kondisi sakit.
βJadi tadi ada cerita dari suster, mereka ngobrol-ngobrol bareng sambil bawa infus, mungkin untuk healing-nya mereka ya, untuk tidak mengingat-ingat,β kata Arifa kepada wartawan di RS Yarsi, Jakarta, pada Sabtu (8/11).
βSaya pikir ini solidaritas yang luar biasa, kebersamaan yang luar biasa. Ketika sakit pun mereka saling men-support, gitu,β sambungnya.
Di RS Yarsi, ada 15 korban yang sedang dalam perawatan, satu korban berada di ICU karena mengalami luka cukup serius.
Arifa mengungkapkan dirinya mendapat cerita dari dokter yang merawat, korban itu masih sempat bertanya durasi tindakan operasi karena akan mengikuti bimbingan belajar persiapan masuk universitas.
βKalau tadi dengar cerita dari dokter, sebelum dilakukan tindakan, malah si anak ini nanya, 'berapa lama ya operasinya? Karena saya mau ikut bimbingan belajar', gitu,β ungkapnya.
βJadi dalam kondisi seperti itu semangatnya masih luar biasa, gitu. Jadi ya posisi kita saat ini memberikan semangat khususnya kepada orang tua,β imbuhnya.
Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, mengatakan korban yang dalam perawatan rata-rata masih mengeluhkan sakit di bagian pendengaran akibat suara keras ledakan.
βHari ini sudah dilakukan, kita akan review rencana sampai hari Senin kita akan lihat dan akan ada pemeriksaan tambahan lagi untuk memastikan seberapa berat orang per orang gangguan pendengaran yang diderita,β ujarnya di lokasi yang sama.
