MenPPPA Sebut Korupsi Tak Hanya Berdampak ke Ekonomi tapi Juga Kekerasan Anak
2 Desember 2025 11:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
MenPPPA Sebut Korupsi Tak Hanya Berdampak ke Ekonomi tapi Juga Kekerasan Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut tindakan korupsi selalu berkaitan dengan kasus kekerasan terhadap anak. kumparanNEWS

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut tindakan korupsi selalu berkaitan dengan kasus kekerasan terhadap anak.
Hal ini dikatakan Arifah dalam kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi dan Peringatan Hari Ayah Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya pada Selasa (2/12).
"Korupsi ini bukan hanya kejahatan yang berdampak pada ekonomi negara. Tetapi kejahatan korupsi ini pada akhirnya berdampak pada kekerasan terhadap masa depan suatu generasi bangsa," kata Arifah.
Maka dari itu, Arifah menekankan upaya memberantas korupsi mesti dimulai dari lingkungan yang paling kecil yakni keluarga. Orang tua terutama ayah harus memberi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
"Sesungguhnya perang melawan korupsi sejatinya paling inti dan mendasar ada pada ruang-ruang pribadi, ruang-ruang privat, yaitu di dalam keluarga," ucap dia.
Arifah menyebut anak acap kali tak hanya mendengar nasihat yang disampaikan ayahnya, tapi juga meniru dengan cara melihat perlakukan ayah terhadap ibu hingga membuat sebuah keputusan yang berkaitan dengan wewenangnya.
"Ini nantinya akan membersamai langkah hidupnya. Dan sesungguhnya pendidikan karakter yang sejati ini ada di rumah ketika seorang ayah hadir bukan hanya secara fisik," ucap dia.
Berdasarkan hasil sebuah penelitian, Arifah menambahkan, anak yang melihat perilaku jujur dari ayahnya bakal membuat anak tumbuh menjadi pribadi jujur dan jauh dari praktik korupsi ketika bekerja. Maka dari itu, peran ayah menjadi begitu penting dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.
"Dengan kata lain, memperkuat peran ayah adalah investasi untuk membangun generasi yang berkarakter, berempati, dan tahan terhadap godaan korupsi. Ayah yang berintegritas adalah fondasi bagi bangsa yang berintegritas," jelas dia.
"Warisan terbesar seorang ayah bukanlah jabatan, bukan gelar, dan juga bukan harta. Warisan terbesar seorang ayah adalah karakter anak-anaknya. Dan melalui karakter itulah masa depan bangsa ini dibentuk," lanjut dia.
