Menteri Basuki Kirim Tim ke Turki Pelajari Konstruksi Bangunan Terdampak Gempa

2 Maret 2023 15:54 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Basuki Kirim Tim ke Turki Pelajari Konstruksi Bangunan Terdampak Gempa
Menteri Basuki Siap Kirim Tim untuk Pelajari Konstruksi Bangunan di Gempa Turki
kumparanNEWS
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022). Foto: Dok. Kementerian PUPR
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11/2022). Foto: Dok. Kementerian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bakal mengirim tim ke Turki untuk mempelajari konstruksi bangunan dalam rangka penanggulangan bencana gempa bumi.
"Kami dari Kementerian PUPR dan Persatuan Insinyur Indonesia akan mengirim tim ke Turki. Bukan untuk bantuan kemanusiaan, tapi untuk mempelajari, kenapa masifnya keruntuhan gedung di sana," kata Basuki Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di JIExpo Kemayoran, Kamis (2/3).
Basuki menjelaskan, tingkat keparahan kerusakan infrastruktur pascagempa berasal dari berbagai faktor. Namun ia memandang, hasil evaluasi bangunan di Turki bisa menjadi salah satu pelajaran untuk Indonesia yang juga rawan bencana gempa.
"Walaupun dari BMKG sudah menyampaikan ada tiga sumber gempa yang terjadi sekaligus, namun masifnya keruntuhan bangunan itu mungkin ada sesuatu di dalamnya, dan kami ingin pelajari itu untuk bisa dipakai di Indonesia," ujarnya.
Di sisi lain, Basuki berjanji pihaknya akan berupaya meningkatkan ketahanan konstruksi bangunan di kota besar dan daerah rawan. Ia berharap pemerintah provinsi serta kabupaten/kota bisa memiliki tim yang bertugas mengaudit bangunan tahan gempa.
"Sebagai contoh kami telah mengaudit 22 stadion, 4 stadion rusak ringan, 13 stadion rusak sedang dan 5 stadion rusak berat, satu harus dirobohkan," ungkapnya.
Upaya lainnya, lanjut Basuki, adalah penguatan konstruksi pada bangunan yang belum memenuhi standar. Selain itu menerapkan standar bangunan tahan gempa melalui mekanisme persetujuan bangunan gedung, pun melakukan pelatihan kepada para pelaku pembangunan konstruksi.
"Yang disampaikan Bapak Presiden, antisipasi itu berarti penanganan non-struktural mengantisipasi kejadian serupa, satu mengedukasi dan melatih masyarakat, dan ini sudah dilakukan dan harus dilakukan berulang, sehingga jadi satu kebiasaan," kata Basuki.
"Kemudian pemanfaatan tata ruang, daerah-daerah Sumedang, daerah-daerah rawan longsor, tapi real estate masih bertumbuh di bukit-bukit itu, jadi ini adalah pemanfaatan tata ruang yang masih lemah, dan konstruksi bahan gempanya building code," pungkas dia.
Gempa Turki pada Februari lalu menimbulkan kerusakan dahsyat dan setidaknya menimbulkan 51 ribu korban tewas hingga luka-luka. Di antaranya karena mayoritas bangunan tak tahan gempa.
Trending Now