Menteri Desa soal Salam Semua Agama: Saya NU, Enggak Punya Kartu MUI
13 November 2019 16:26 WIB

Menteri Desa soal Salam Semua Agama: Saya NU, Enggak Punya Kartu MUI
Mendes Abdul Halim memilih tak mengikuti MUI Jatim soal salam semua agama.kumparanNEWS

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menyinggung soal imbauan MUI Jawa Timur terkait pengucapan salam semua agama bagi umat Islam, utamanya pejabat dan kepala daerah, di forum resmi.
Pengucapan salam yang dimaksud yakni salam lima agama yang kerap dilakukan para pejabat dalam sambutannya di tiap acara yang dihadirinya.
Menurut Halim, mengucapkan salam semua agama bisa ia lakukan karena dia tak mengantongi kartu keanggotaan MUI, melainkan Nahdlatul Ulama.
"Saya ngomong gini ada yang negur, Pak Halim sampeyan orang Jatim kok salamnya lintas agama? Kan MUI Jatim mengimbau agar pejabat tidak gunakan salam lintas agama," ujar Abdul Halim Iskandar di SICC Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11).
"Saya jawab, 'betul saya orang Jatim, tetapi saya enggak punya kartu anggota MUI. Yang saya punya kartu anggota NU (Nahdlatul Ulama)'," sambungnya.
Menurut Halim, salam lima agama sama sekali tak dilarang oleh NU. Sehingga ia merasa sah-sah saja mengucapkan salam itu dalam tiap sambutannya.
"NU (Nahdlatul Ulama) membolehkan, itu enaknya jadi NU," kata Halim.
Sebelumnya, MUI Jatim menyampaikan imbauan bagi para pejabat untuk tidak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Imbauan ini terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim.
Dalam surat tersebut, terdapat poin yang meminta para pejabat menggunakan salam sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
