Menteri HAM Desak Unud Hukum Pelaku Bullying Timothy
24 Oktober 2025 13:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menteri HAM Desak Unud Hukum Pelaku Bullying Timothy
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mendesak Universitas Udayana untuk menghukum para pelaku bullying terhadap Timothy Anugerah Saputra (22 tahun).kumparanNEWS

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mendesak Universitas Udayana untuk menghukum para pelaku bullying terhadap Timothy Anugerah Saputra (22 tahun). Ia menegaskan bahwa rasa keadilan harus berpihak kepada korban, keluarga, dan masyarakat.
Penyelesaian kasus bullying ini, kata Pigai, harus berpedoman pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Penanganan Kasus Kekerasan di Perguruan Tinggi.
βOleh karena itu, saya berharap terkait peristiwa yang terjadi, terutama bagi mereka yang melakukan bullying, agar berpedoman pada Permen Nomor 55 Tahun 2024. Pak Rektor-lah yang mengambil keputusan. Saya yakin Rektor akan mengambil keputusan yang adil,β ujarnya di Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Jumat (24/10).
Pigai menekankan bahwa rasa keadilan harus dirasakan oleh tiga pihak.
βPertama, oleh korban; kedua, oleh keluarga terdekatnya; dan ketiga, oleh publik secara luas,β sambungnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pigai, kasus bullying dialami Timothy sebelum ia diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Universitas Udayana, Rabu (15/10) lalu.
Namun, Pigai meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki apakah ada kaitan antara dugaan bullying tersebut dengan kematian Timothy.
βApakah ada hubungan antara peristiwa kematian dan bullying itu? Kalau tidak ada, lalu apa yang menyebabkan beliau meninggal? Ini penting, karena bagi keluarga korban, informasi yang berdasarkan data dan fakta akan memberikan keyakinan kepada mereka,β jelasnya.
Pigai menambahkan, saat ini polisi sedang memeriksa ponsel Timothy untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
βHari ini kami pastikan pihak kepolisian sedang melakukan scientific investigation, memeriksa handphone, nomor komunikasi terakhir, dan alat komunikasi lain yang terkoneksi untuk menemukan bukti atau fakta baru,β katanya.
