Menteri LH: Desa Garoga di Batang Toru Tertimbun Tanah-Kayu Imbas Longsor

9 Desember 2025 0:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri LH: Desa Garoga di Batang Toru Tertimbun Tanah-Kayu Imbas Longsor
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa Desa Garoga di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terdampak parah banjir bandang dan longsor.
kumparanNEWS
Kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan Desa Garoga di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terdampak parah banjir bandang dan longsor.
Hal itu disampaikan Hanif dalam acara Penyerahan Simbolis Dukungan Sarana Prasarana Pengelolaan Sampah Daerah, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (8/12).
"DAS [Daerah Aliran Sungai] Garoga ini yang terpengaruh cukup sangat besar karena satu desa, satu dusunnya tertimbun tanah," ujar Hanif kepada wartawan.
Saat menyambangi langsung wilayah tersebut, Hanif menyebut bahwa ditemukan adanya aktivitas kelapa sawit milik pihak swasta. Namun, tak disebutkan perusahaan swasta yang dimaksud.
"Nah, setelah saya telusuri di atas memang ada kegiatan kelapa sawit milik entitas swasta. Jadi sedang didalami, sedang dipanggil," ucap dia.
Batang kayu dan tali jadi jembatan darurat menuju Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: Sunyoto Masjid Nurul Ashri Sleman
Kendati demikian, Hanif menilai bahwa penyebab terbesar banjir bandang menerjang desa tersebut yakni faktor kondisi hulu sungai yang lebih terjal.
Kondisi itu pun membuat volume kayu dan lumpur yang terbawa arus meningkat drastis saat hujan ekstrem melanda desa tersebut.
"Tetapi sebenarnya kontribusi terbesarnya lebih kepada hancurnya DAS bagian hulu. Karena dia terjal, ya, terjal, kemudian hujannya cukup berat, sehingga dia jatuh dan kemudian kayunya terbawa banyak sekali," tuturnya.
"Saya memang melihat ada sedikit kayu yang ada potongan chainsaw-nya tetapi tidak terlalu banyak. Ini DAS Garoga yang membawa korban cukup besar karena hampir satu dusun tertimbun tanah dari longsoran di puncaknya," pungkas dia.
Trending Now