Menteri LH Sebut 20 Persen Sampah Nasional Adalah Sampah Plastik
28 Oktober 2025 17:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Menteri LH Sebut 20 Persen Sampah Nasional Adalah Sampah Plastik
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memaparkan kondisi permasalahan sampah di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah saat ini sangat rumit, salah satunya adalah persoalan pengolahan sampah kumparanNEWS

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, memaparkan kondisi permasalahan sampah di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah saat ini sangat rumit, salah satunya adalah persoalan pengolahan sampah plastik.
βPlastik kita sudah numpuk. Sementara kewajiban kita untuk extended producer responsibility (tanggung jawab produsen) belum kita bangun dengan kokoh,β ujar Hanif di acara Forum Plastic, Climate, Biodiversity Nexus Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/10).
Ia mengatakan, data yang diperoleh Kementerian Lingkungan Hidup, sampah plastik di Indonesia ini mencapai 20 persen. Pengolahan sampahnya pun belum optimal sehingga cara pemusnahannya justru menimbulkan persoalan lain.
βHampir 17 sampai 20 persen sampah nasional itu adalah sampah plastik yang tidak bisa terurai, yang akhirnya kalau dibakar menimbulkan problem dioksin furan, kalau kita biarkan menimbulkan problem mikroplastik,β kata dia.
βDan kita, kalau jatuh ke sungai, maka menimbulkan marine debris yang sangat berbahaya buat biodiversity. Ini masalah problem yang tidak, tidak sederhana,β tambahnya.
Dioksin furan adalah dua kelompok senyawa beracun yang merupakan produk sampingan dari proses industri dan pembakaran tidak sempurna.
Hanif mengungkapkan, sebetulnya Indonesia juga sudah memiliki alat pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Namun, hal itu belum bisa berjalan maksimal karena sampah yang belum dipisahkan jenisnya.
βKita memiliki industri pabrik atau fasilitas refuse-derived fuel atau waste-to-fuel dengan kapasitas 2.500 ton per day. Tapi sampai hari ini kita belum bisa operasionalkan RDF Pluit atau Rorotan itu. Masalahnya apa? Masalahnya karena sampah kita masih tercampur,β kata dia.
Ia lantas mendorong semua elemen agar saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang semakin memburuk.
βKita detailkan satu persatu secara dengan sangat konkret dan memang harus dilakukan dengan multi-stakeholder. Tidak bisa satu orang bisa menyelesaikan masalah sampah di nasional kita,β tutup dia.
