Menteri LH Surati Daerah dengan Polusi Tertinggi: Tangsel hingga Depok
21 Oktober 2025 16:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menitDiperbarui 20 November 2025 14:35 WIB

Menteri LH Surati Daerah dengan Polusi Tertinggi: Tangsel hingga Depok
Menteri Hanif mengatakan sebelumnya sudah berkirim surat kepada daerah-daerah dengan tingkat polusi tinggi.kumparanNEWS

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti buruknya kualitas udara di sejumlah daerah akibat polusi. Menurut pantauan IQAir tingkat polusi di Tangsel hingga Depok menyentuh angka zona merah atau bahaya.
Hanif mengatakan institusinya sudah berkirim surat kepada sejumlah daerah-daerah yang memiliki kualitas udara buruk itu. Surat itu isinya adalah kepada daerah-daerah untuk menekan aktivitas yang menimbulkan polusi berlebihan. Namun, surat itu belum ditindaklanjuti oleh pemerintah kota/kabupaten setempat.
โSebetulnya saya harus mengulang surat kayak saya kali, ya. Karena surat sudah dua-tiga kali kita minta mereka untuk melakukan aktivitas yang mengarah dalam penurunan kualitas, penurunan kualitas udara,โ kata Hanif di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (21/10).
Hanif mengatakan baik buruknya kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama. Dia juga menyinggung ada beberapa faktor terjadinya polusi udara.
"Ada dari sektor, BBM, kemudian transportasi, kemudian energi yang untuk boiler ataupun furnace (tungku pembakaran), kemudian, ada yang dari konstruksi," kata dia.
Lebih lanjut, Hanif mengatakan di beberapa daerah, polusi udara disebabkan karena dari Bahan Bakar Minyak (BBM).
โKontribusi 35% sampai 50% itu dari BBM kita. Jadi BBM kita, kan, high sulfur, ya,โ ungkapnya.
โWHO mensyaratkan untuk standar dikatakan dengan generasi keempat atau biasanya kita sebut dengan Euro 4 itu minimal sulfurnya 50 per 4 million. Kita masih 1.500,โ lanjut dia.
Polusi di Tangerang Selatan dan Kota Depok menjadi yang terburuk kedua dan ketiga hari ini, Selasa (21/10).
Menurut pantauan di IQAir, tingkat polusi di Serpong, Tangsel menyentuh angka 155 atau di zona bahaya. Hanya di bawah Bandung dengan tingkat polusi 178. Keduanya di zona merah.
"Dampaknya ibaratnya, kalau daerah Tangsel banyak industri, kayak industri pasir, macam macam pabrik. Itu kan ngelepasin emisi emisi, partikel emission," kata Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain.
Sementara untuk pantauan di Depok, tingkat polusi di kota ini mencapai 147 atau berada di zona oranye.
"Kalau Depok ini kan lebih banyak kendaraan, sisi transportasinya. Jakarta, Bandung, Tangerang, juga gitu. Tangsel kebanyakan industri," kata dia.
