Menteri P2MI Sambangi Pramono, Bahas Pekerja Migran ‘Middle-Up’ ke Luar Negeri

29 Oktober 2025 16:02 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri P2MI Sambangi Pramono, Bahas Pekerja Migran ‘Middle-Up’ ke Luar Negeri
Pertemuan tersebut untuk memperkuat kerja sama dalam penempatan dan pemberdayaan pekerja migran.
kumparanNEWS
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambangi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).
Pertemuan tersebut untuk memperkuat kerja sama dalam penempatan dan pemberdayaan pekerja migran. Selain itu, diharapkan juga mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja asal Jakarta agar siap bersaing di luar.
Mukhtaruddin mengatakan, Jakarta menjadi salah satu daerah strategis dalam upaya penguatan ekosistem pekerja migran karena memiliki fasilitas lengkap untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Hari ini memang kami berkunjung ke Balai Kota ini, kantor gubernur, dalam rangka memperkuat sinergi atau kerja sama terkait penanganan masalah pekerja migran Indonesia. Kami paham bahwa persoalan pekerja migran Indonesia ini melibatkan multi sektor ya, multi juga kerja sama,” ujar Mukhtarudin.
Ilustrasi pekerja migran. Foto: Hafiz Johari/Shutterstock
Ia menjelaskan, kerja sama yang ditandatangani mencakup sinergi lintas sektor dalam peningkatan kapasitas dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia dari hulu hingga hilir.
“Dalam konteks sinergisitas, kerja sama, kolaborasi untuk pemberdayaan pekerja migran Indonesia dari hulu sampai ke hilir. Bagaimana menjadi pekerja migran yang aman, peningkatan kapasitas pekerja migran, kemudian promosi dan lain-lain tentu menjadi hal-hal yang masuk dalam MoU yang kami tanda tangani tadi,” jelasnya.
Mukhtaruddin menyebut, kebutuhan tenaga kerja luar negeri kini telah bergeser dari yang berkeahlian rendah menjadi menengah hingga tinggi (medium-high skill).
“DKI yang sudah memiliki fasilitas yang lengkap terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pekerja migran Indonesia, maka KP2MI melakukan kerja sama dan sinergi untuk itu. Untuk menciptakan pekerja migran Indonesia yang sudah bergeser dari low skill menjadi medium high skill,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), ada sekitar 4 ribu warga DKI Jakarta yang telah resmi bekerja di luar negeri dalam kurun 2023 hingga 2025.
“Yang pertama, bahwa data kita dalam SISKOP2MI dari 2023 sampai 2025, ada kurang lebih 4.000 sekian, ya, warga DKI yang sudah ditempatkan bekerja di luar negeri dalam rentang waktu 2023 sampai 2025, ya. Itu yang terdaftar, ya, yang terdaftar di SISKOP2MI,” kata Mukhtaruddin.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan, Pemprov DKI akan menyiapkan tenaga kerja dari Jakarta untuk bisa menempati posisi di sektor yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.
“Untuk Jakarta memang karena kami ingin mempersiapkan diri penempatannya di tempat-tempat yang memang untuk middle-up, terutama untuk misalnya sebagai welder,hospitality, dan sebagainya,” kata Pramono.
Ia menambahkan, pemerintah akan tetap memberikan pendampingan bagi pekerja migran asal Jakarta yang bekerja di luar negeri, termasuk bagi mereka yang berangkat secara perorangan.
“Sehingga kalau sudah ada yang berangkat, tentunya karena itu bersifat perorangan, tapi apa pun, pemerintah bertanggung jawab untuk membantu, memfasilitasi kepulangan, dan sebagainya,” ujar Pramono.
“Tetapi untuk ke depannya, kami akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan ke tempat-tempat tujuan yang memberikan potensi untuk masyarakat dan terutama yang dari Jakarta berkembang menjadi lebih baik," kata dia.
"Seperti di Korea, Jepang, Eropa Barat, Eropa Timur, kemudian juga ke Tiongkok, ke Middle East, dan sebagainya,” tandasnya.
Trending Now