Menyambut Pesawat A400M, Alutsista Baru TNI AU
4 November 2025 8:45 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Menyambut Pesawat A400M, Alutsista Baru TNI AU
Pesawat Airbus A400M yang dibeli Indonesia akhirnya tiba di Base Ops Halim Perdanakusuma pada Senin (3/11). Pesawat itu mendarat sekitar pukul 07.50 WIB.kumparanNEWS

Pesawat Airbus A400M yang dibeli Indonesia akhirnya tiba di Base Ops Halim Perdanakusuma pada Senin (3/11). Pesawat itu mendarat sekitar pukul 07.50 WIB.
Pesawat berkelir abu-abu itu tiba dan langsung disambut dengan tradisi penghormatan (water salute). Pesawat itu berjalan pelan saat air dari mobil pemadam kebakaran dilepaskan.
Usai mendarat, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi langsung mengalungkan bunga kepada para pilot A400M itu.
Alutsista Baru TNI AU
Airbus A400M menjadi tambahan alutsista yang dimiliki TNI AU khususnya dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. Airbus A400M milik TNI AU ini merupakan pengadaan pada 2021 oleh Prabowo Subianto saat masih menjabat Menteri Pertahanan.
Pesawat angkut militer ini memiliki empat mesin turboprop. A400M mampu diandalkan untuk pengangkutan taktis dan pengiriman personel maupun barang. Pesawat dapat mendarat di berbagai medan.
Untuk pengangkutan strategis, A400M dapat mengangkut barang-barang dan alat logistik yang berat dan berdimensi lebar. Ruang angkut maksimal pesawat ini dapat menampung beban hingga 37 ton.
Airbus A400M memiliki panjang mencapai 18 meter dan lebar 5,64 meter. Bagian dalam pesawat memiliki lebar 4 meter, dengan tinggi hingga 4 meter.
Meskipun ukurannya jumbo, pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 860 km/jam. Pesawat angkut ini didesain supaya bisa mendarat di jalan yang berkerikil atau tak beraspal.
Prabowo Serahkan Pesawat A400M ke TNI: Siram Air Kembang-Serahkan Kunci Emas
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerahkan pesawat Airbus A400M baru TNI Angkatan Udara (AU) dengan melakukan pembukaan tirai dan penyiraman air bunga terhadap pesawat tersebut.
Upacara penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11) setelah sebelumnya dilakukan serah terima pesawat di fasilitas Airbus di Seville, Spanyol.
Prabowo didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi melepas tirai yang berada di pintu masuk pesawat.
Kemudian Prabowo juga menyiraim air kembang ke roda pesawat sebanyak tiga kali. Setelahnya, ia menyerahkan simbolis kunci berwarna emas ke Panglima TNI.
Lalu, Prabowo didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono bersama Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau ke dalam pesawat itu.
Prabowo Sebut Pesawat A400M Bisa Evakuasi Korban Bencana-Bantu Padamkan Karhutla
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pesawat baru TNI AU Airbus A400M, memiliki kemampuan tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan, terutama dalam evakuasi korban bencana.
Hal itu disampaikan Prabowo usai menyerahkan A400M kepada Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11).
"Saya kira ini mampu, sangat mampu. Tapi ini saya kira lebih nanti berpengaruh atau lebih berperan dalam evakuasi yang luka-luka, yang perlu operasi dan sebagainya. Makanya kita bikin modul operasi udara, ambulans udara," kata Prabowo.
Prabowo memerintahkan TNI memperkuat kesiapan bidang kesehatan militer dengan menambah batalion kesehatan. Menurutnya, satuan ini tak hanya bertugas saat bencana di dalam negeri, tetapi juga siap diterjunkan untuk misi kemanusiaan internasional.
"TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan. Batalion tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada kemanusiaan yang terjadi, peristiwa di mana-mana, kita juga bisa hadir," ujarnya.
Prabowo mencontohkan pengalaman Indonesia saat bencana besar melanda dalam negeri, seperti tsunami Aceh dan gempa di Palu.
Ketika itu, banyak negara datang membantu Indonesia. Karena itu, Prabowo menilai sudah semestinya Indonesia juga hadir membantu negara lain yang sedang dalam kesulitan.
"Ingat waktu kita peristiwa tsunami di Aceh, banyak negara datang bantu kita. Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu juga banyak negara bantu kita. Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia, kita harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan," tuturnya.
