Meutya Targetkan 'Internet Rakyat' Hadir Tahun 2026: 100% Desa Terhubung

10 Desember 2025 13:28 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meutya Targetkan 'Internet Rakyat' Hadir Tahun 2026: 100% Desa Terhubung
Meutya menyampaikan, pembangunan infrastruktur digital pada 2023-2024 dilakukan secara masif, dan pada 2025-2026 pemerintah masuk pada fase pembangunan yang lebih inklusif.
kumparanNEWS
Menkomdigi Meutya Hafid saat acara Festival Hari Anak Sedunia di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkomdigi Meutya Hafid saat acara Festival Hari Anak Sedunia di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menkomdigi Meutya Hafid menyebut pemerintah menargetkan akses internet terjangkau melalui program 'Internet Rakyat' mulai dirasakan masyarakat sepenuhnya pada 2026. Ia menyebut proses lelang frekuensi 1,4 GHz telah dilakukan untuk mendukung layanan internet murah bagi masyarakat.
Frekuensi 1,4 GHz merujuk pada pita frekuensi yang digunakan untuk Broadband Wireless Access (BWA), terutama untuk layanan internet nirkabel berkecepatan tinggi seperti Fixed Wireless Access (FWA).
β€œKemarin kami sudah melakukan lelang untuk frekuensi 1,4 (Hz) yang memang kita dorong adalah untuk internet murah. Jadi untuk Internet Rakyat. Ini mudah-mudahan di 2026 sudah bisa dirasakan,” kata Meutya usai Deklarasi Arah Indonesia Digital di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/12).
Ia menambahkan, pembangunan konektivitas menjadi prioritas agar seluruh desa di Indonesia dapat tersambung maksimal pada 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Arah Indonesia Digital di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan
β€œKalau ada kurang lebih 2.500 desa yang belum terhubung, maka target kita di 2026 ini semua sudah terhubung,” ujarnya.
Meutya menyampaikan, pembangunan infrastruktur digital pada 2023-2024 dilakukan secara masif, dan pada 2025-2026 pemerintah masuk pada fase pembangunan yang lebih inklusif.
β€œMudah-mudahan bisa kita lakukan percepatan sehingga di 2026, 100 persen desa di Indonesia sudah dapat terhubung,” pungkasnya.
Trending Now