Momen PM Timor Leste Usap Rambut Hitam Sri Sultan: Tampak Lebih Muda
8 Desember 2025 18:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Momen PM Timor Leste Usap Rambut Hitam Sri Sultan: Tampak Lebih Muda
Xanana lahir pada 20 Juni 1946. Sementara Sri Sultan lahir 2 April 1946.kumparanNEWS

Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berkunjung ke Kompleks Kepatihan Pemda DIY untuk bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (8/12).
Mereka berdua berbincang di Ruang Gadri sekitar kurang lebih satu jam.
Usai pertemuan itu, di hadapan wartawan Xanana memuji Sri Sultan yang tampak lebih muda dari dirinya. Padahal menurut Xanana, Sri Sultan lebih tua 2,5 bulan darinya.
Xanana lahir pada 20 Juni 1946. Sementara Sri Sultan lahir 2 April 1946.
"Mau tahu sesuatu? Mau tahu sesuatu? Secara fisik, kalian lihat kami berdua. Secara fisik saya lebih tua daripada yang mulia ini (Sri Sultan)," kata Xanana.
"Tapi, kartu KTP, ya, 2 bulan setengah (Sultan) lebih tua daripada saya. Secara fisik ini karena ini (rambut) hitam semua, saya sudah (putih)," sembari Xanana mengusap rambut bagian kanan Sultan.
Xanana setelah itu mengusap rambutnya yang warnanya sudah putih.
Dalam kunjungannya ini, Xanana mengaku menerima suatu kehormatan besar terlebih mendapatkan informasi sejarah Yogyakarta dari Sultan.
"Dulu saya hanya dengar 'Yogyakarta, Yogyakarta' tapi mau ke sini, tapi yang bikin saya selalu ingin ke sini adalah Borobudur. Borobudur dekat Yogyakarta, tapi tidak tahu perbedaan unik Yogyakarta dengan provinsi-provinsi lain," katanya.
"Kehormatan besar sekali karena dengan yang mulia Sultan kita bisa bicara dan saya bisa mengerti. Mengerti dan tahu perbedaan unik ini di seluruh Indonesia besar sekali, dengan ribuan pulau-pulau. Oleh karena itu, terima kasih Sultan atas kesempatan untuk diajari sejarah Indonesia dan Yogyakarta," kata Xanana.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan dia dan Xanana sama-sama belajar untuk bisa memahami antarbangsa, antarnegara.
"Baik sejarah, menyangkut masalah hal-hal lain yang memang untuk bisa lebih saling menghargai. Saya kira hal-hal seperti itu selalu terjadi setiap kami menerima tamu," kata Sultan.
Sultan mengatakan banyak anak-anak dari Timor Leste belajar di Yogyakarta.
"Semoga hubungan ini tetap bisa terjalin dengan baik," pungkasnya.
