Motif Admin Grup Fb Inses 'Cinta Sedarah': Kumpulkan Orang dengan Fantasi Sama
27 Mei 2025 15:13 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Motif Admin Grup Fb Inses 'Cinta Sedarah': Kumpulkan Orang dengan Fantasi Sama
"Grup ini dibikin awal tahun 2022, awalnya 200 pengikut, kemudian meningkat sampai sekarang menjadi 32 ribu," kata Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu.kumparanNEWS

IDG (44 tahun), admin grup inses Facebook yang ditangkap Polres Gresik, mengaku berniat mengumpulkan orang yang memiliki fantasi hubungan sedarah.
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengatakan grup tersebut dibuat sejak tahun 2022 dan telah diikuti oleh puluhan ribu orang.
"Motifnya untuk fantasi terhadap keluarga ikatan seperti bapak, ibu. Jadi mereka mengumpulkan kesamaan fantasi itu dalam sebuah grup. Grup ini dibikin awal tahun 2022, awalnya 200 pengikut, kemudian meningkat sampai sekarang menjadi 32 ribu," kata Rovan kepada wartawan, Selasa (27/5).
Rovan menjelaskan, IDG sendiri berperan sebagai admin yang bisa memilih anggota di dalam grup tersebut.
"Peran tersangka sebagai admin, dia yang menggerakkan, memilih siapa saja anggota member yang bisa memposting cerita cinta sedarah ini. Selain itu, tersangka juga bisa menghapus atau menambah konten yang ada," jelasnya.
Polisi kini tengah mendalami lebih lanjut peran tersangka dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam pengelolaan grup tersebut.
"Selanjutnya kami akan lakukan rilis lebih lengkap di Polda Jatim, pendalaman peran pelaku, peran para admin, ini akan kami terus kembangkan," katanya.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini melibatkan hubungan sedarah atau inses. Memakai fantasi ikatan keluarga sedarah seperti ayah, ibu atau anak. Yang mana akibat dari grup ini banyak merugikan masyarakat dan meresahkan masyarakat," ujar Rovan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas serupa.
Ditangkap di Bali
Polres Gresik menangkap IDG di rumahnya di Denpasar, Bali, pada Kamis (15/5) pukul 10.00 WITA.
Rovan menyebut bahwa tersangka berprofesi sebagai pemandu wisata. "Tersangka warga Denpasar dan berprofesi sebagai pemandu wisata," ucapnya.
Grup Facebook "Cinta Sedarah" itu sempat berganti nama menjadi "Suka Duka".
