Motif Alex Culik dan Bunuh Alvaro: Dorongan Emosional untuk Balas Dendam

24 November 2025 20:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Motif Alex Culik dan Bunuh Alvaro: Dorongan Emosional untuk Balas Dendam
Sebelum penculikan, Alex melakukan percakapan telepon dengan Arumi, ibunda Alvaro. Percakapan tersebut menimbulkan dorongan emosional pada diri Alex sehingga ia punya keinginan untuk menculik Alvaro.
kumparanNEWS
Konferensi pers terkait meninggalnya Alvaro Kiano, bocah yang sempat hilang diculik di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang digelar di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers terkait meninggalnya Alvaro Kiano, bocah yang sempat hilang diculik di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang digelar di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Polisi mengungkap percakapan digital Alex Iskandar (49) di hari ia menculik Alvaro Kiano (6 tahun), yaitu pada 6 Maret 2025. Percakapan digital inilah yang menjadi bukti kuat polisi untuk mencurigai Alex sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa dalam percakapan digital antara Alex dan ibu Alvaro, Arumi, terdapat dorongan emosional yang mengarah pada balas dendam.
โ€œPendalaman percakapan digital terlapor atau pelaku, penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku,โ€ kata Budi dalam jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Budi menjelaskan bahwa dorongan emosional tersebut memunculkan keinginan balas dendam yang semakin kuat kepada Arumi. Pelaku kemudian merencanakan penculikan terhadap Alvaro.
Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
โ€œGimana caranya gue balas dendam dalam konteks kemarahan yang ditujukan ke pihak tertentu,โ€ jelasnya. Namun polisi tak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk dorongan emosional tersebut sehingga Alex punya keinginan untuk membalaskan dendamnya melalui Alvaro.
Di hari yang sama, Alex kemudian menculik Alvaro yang sedang bermain di masjid. Ia membawa anak itu pergi, namun di sepanjang jalan Alvaro menangis meminta pulang.
Alex yang panik dengan tangisan korban, kemudian menutup mulut anak itu hingga lemas. Kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya Alvaro tewas. Hal ini terjadi pada tanggal 9 Maret 2025.
โ€œSetelah korban meninggal, pelaku membungkus jenazah dengan plastik warna hitam dan membuangnya di jembatan di Tenjo, Bogor, pada 9 Maret pada malam hari, atau tiga hari setelah korban diketahui hilang,โ€ tandasnya.
Trending Now