Mualem Sebut Harga Daging di Aceh Capai Rp 300 Ribu, Nelayan Juga Sulit Melaut

30 Desember 2025 15:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mualem Sebut Harga Daging di Aceh Capai Rp 300 Ribu, Nelayan Juga Sulit Melaut
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyoroti tingginya harga daging di daerahnya. Dia mengungkapkan, daging sapi di Aceh saat ini harganya bisa mencapai Rp 300 ribu.
kumparanNEWS
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Dok. Pemprov Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Dok. Pemprov Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyoroti tingginya harga daging di daerahnya. Dia mengungkapkan, daging sapi di Aceh saat ini harganya bisa mencapai Rp 300 ribu.
Kenaikan harga tersebut, menurutnya, terjadi lantaran banyaknya ternak yang mati akibat bencana.
"Jadi daging yang termahal di seluruh Indonesia di Aceh, Pak, hari-hari biasa sampai 200 ribu per kilo Pak, mungkin dalam keadaan ini sampai Rp 300 (ribu) Pak. Karena banyak ternak yang (jadi) korban," kata Mualem dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana bersama DPR dan pemerintah di Aceh, Selasa (30/12).
Rapat koordinasi ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang didampingi Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Syamsurijal.
Dari pihak pemerintah, ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Dirut Telkomsel dan PLN.
Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi satuan tugas (Satgas) pemulihan pascabencana Sumatera dengan kementerian dan kepala daerah pada Selasa (30/12/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Dalam kesempatan tersebut, Mualem meminta kepada Mendagri Tito Karnavian dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa agar bisa memberikan bantuan berupa daging atau sapi utuh untuk masyarakat.
Daging sapi, menurut dia, dibutuhkan apalagi menjelang Ramadan. Sebab, masyarakat Aceh, merayakan Ramadan tanpa makan daging tidak afdal.
"Jadi kepada Pak Mendagri dan Pak Purbaya mohon dagingnya Pak atau sapi utuh Pak untuk kita apakah jual atau kasih kepada masyarakat yang terdampak supaya dapat menikmati dagingnya Pak," ucap dia.
"Saya rasa kita boleh impor di mana-mana. Di Australia, di India yang murah. Ini saya sarankan Pak. Karena banyak ternak yang korban di tempat saya di kampung saya Pak, dia agennya sapi, sampai 300 ekor musnah Pak, terdampak banjir," sambung dia.
Sejumlah warga memangkul mie instan bantuan untuk warga terisolir dari Desa Uyem Beriring menuju Desa Pasi, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Di sisi lain, Mualem menyoroti sulitnya nelayan untuk melaut pascabencana. Sebab, sungai-sungai yang ada di sana mengalami pendangkalan, sehingga menyulitkan untuk bisa melaut.
"Sebenarnya 25 persen Pak orang Aceh nelayan berpencaharian ke laut. Jadi pada prinsipnya kita harus normalisasi kuala (muara sungai) Pak, kuala keluar masuk harus lancar Pak," tutur dia.
Karenanya, perlu ada normalisasi yang dilakukan agar aktivitas para nelayan bisa kembali normal.
"Sekarang, kuala-kuala, mereka yang berpencaharian ke laut, keluar tunggu air pasang Pak, masuk tunggu air pasang. Jadi pada hakikatnya untuk kita normalisasi," ujarnya.
Trending Now