Muhadjir: Prabowo Ingin RI Ambil Bagian Dalam Ekosistem Haji

21 Agustus 2025 10:48 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhadjir: Prabowo Ingin RI Ambil Bagian Dalam Ekosistem Haji
Muhadjir menilai Kampung Haji bisa jadi pintu masuk RI ambil bagian dalam ekosistem haji.
kumparanNEWS
Muhadjir Effendy di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/10/2024). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Muhadjir Effendy di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/10/2024). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya mewujudkan Kampung Haji di Makkah. Ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan biaya haji.
Penasihat Khusus Presiden Untuk Urusan Haji, Muhadjir Effendy mengatakan, target Prabowo sebenarnya lebih besar dari itu. Dengan adanya Kampung Haji, Indonesia bisa ambil bagian menjadi ekosistem haji.
"Faktor ini juga harus dipersiapkan betul Indonesia harus menjadikan haji ini bagian dari ekosistem terutama bisnis itu. Jangan sampai pemerintah Saudi sudah mengubah orientasi haji menjadi pendapatan nasional terbesar mereka sementara kita masih berpikir bahwa ini ibadah murni gitu," kata Muhadjir dalam FGD Tata Kelola Haji di Fraksi Gerindra dikutip Kamis (21/8).
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (9/6/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO
Muhadjir mengatakan, Saudi sudah punya visi 2023 dengan target 10 juta jemaah haji. Ini juga sudah mulai ada kabar visa mandiri.
"Bahkan harus mengantisipasi perubahan wacana haji tidak diurus pemerintah, suka-suka saja karena tidak terbatas karena 10 juta. Perlu juga diantisipasi perubahan aturan tiap tahunnya," tutur dia.
Karena itu, Muhadjir menilai, sudah saatnya Indonesia ambil bagian dalam ekosistem besar haji yang tak terbatas pada ibadah, soal bisnis.
Dia mencontohkan ada banyak komponen yang bisa diambil peran oleh RI. Misalnya sektor konsumsi. Saat ini, sebagian besar bahan baku konsumsi impor dari luar Indonesia.
Taif di Arab Saudi menawarkan hawa sejuk karena terletak di pegunungan. Foto: X/@gov_taif
Memang ada sejumlah cara yang bisa dilalui agar biaya haji turun. Salah satunya soal slot penerbangan. Pemerintah sudah lama menargetkan bandara Taif untuk bisa dipakai sebagai salah satu akomodasi jemaah haji Indonesia.
Muhadjir sudah berkunjung ke Bandara Taif. Di sana sudah ada 2 runway yang dapat mengakomodir pesawat berbadan lebar. Sudah ada 11 maskapai dengan penerbangan domestik, jemaah asal Mesir dan Qatar yang menggunakan ini untuk akomodasi haji.
"Kita tanya bisa enggak 100% ambil untuk Indonesia, mereka bilang enggak bisa. Tapi mereka bisa sediakan 10 slot penerbangan," ungkap dia.
"Kalau dengan tambahan Taif 10 slot, artinya Indonesia punya 27 slot penerbangan. Sekarang 17 slot untuk Makkah dan Madinah. Bila ini bisa terealisasi, masa tinggal jemaah haji bisa hanya 30 hari dan ini menurunkan biaya haji," jelas dia.
Saat ini, terminal internasional di Bandara Taif hanya bisa menampung 700 orang. Tapi, otoritas Saudi mengeklaim bisa menambah terminal sebanyak apa pun asal Indonesia sepakat menggunakan bandara Taif untuk transportasi haji.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memgunjungi pengepakan daging dam jemaah haji Indonesia di Makkah, Jumat (5/7/2024). Foto: Dok MCH 2024
Tantangan lain yang harus dijawab untuk penyelenggaraan haji ke depan yakni penggunaan pesawat. Eks Menko PMK itu mengatakan, saat ini Kemenag menggunakan sistem carter pesawat, berbeda dengan sejumlah negara lain yang menggunakan semi reguler.
"Ini yang bikin biayanya dobel karena jemaah bayar 4 tiket. Kalau bisa diubah jadi semi reguler akan mengurangi 50% biayanya," tutur Muhadjir.
Lalu, bagaimana cara agar maskapai tidak rugi setelah mengantar jemaah haji dan menjaga agar pesawat tidak kosong. Muhadjir mengusulkan memaksimalkan potensi wisata RI untuk ditawarkan kepada warga Saudi.
"Musim haji itu di Saudi libur. TKI bisa mempromosikan wisata. Harus ada integrasi antara penyelenggara haji dengan sektor wisata," ucap dia.
Trending Now