Muhammadiyah: Indonesia Harus Konsisten Tegas Bela Palestina

25 September 2025 11:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammadiyah: Indonesia Harus Konsisten Tegas Bela Palestina
Syafiq mengajak masyarakat senantiasa menyuarakan mendukung Palestina serta mendorong pemerintah agar tidak mengendurkan sikap tegasnya.
kumparanNEWS
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni. Foto: Dok. Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni. Foto: Dok. Muhammadiyah
Dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina semakin menguat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya negara yang secara resmi mengakui kedaulatan Palestina, didorong oleh tuntutan masyarakat dunia yang menolak agresi Israel.
"Desakan masyarakat global kian meluas. Ini memberi pengaruh nyata pada negara-negara yang akhirnya mengakui Palestina. Tekanan ini harus terus diperkuat agar semakin banyak negara yang mengambil sikap tegas," kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafiq Mughni dalam keterangannya, Kamis (25/9).
Syafiq mengajak masyarakat senantiasa menyuarakan mendukung Palestina serta mendorong pemerintah agar tidak mengendurkan sikap tegasnya.
Gerakan boikot terhadap produk Israel dan upaya isolasi Israel dari pergaulan internasional juga dinilai penting.
Massa yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi bela Palestina saat car free day (CFD) di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Dengan dua gerakan ini—dukungan masyarakat dan sikap tegas negara-negara dunia—insyaallah kekuatan Israel akan melemah dan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat akan semakin kuat," katanya.
Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan Indonesia akan mengakui Israel apabila Israel terlebih dahulu mengakui Palestina, menurut Syafiq sebagai langkah maju dan wujud ketegasan Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Namun ada tantangan besar. Utamanya terkait batas wilayah Palestina dan sikap Amerika Serikat sebagai pendukung utama Israel.
“Masalah perbatasan sangat krusial dan bisa menjadi ganjalan. Selain itu, kita juga meragukan kesediaan Amerika untuk benar-benar mendukung two-state solution," pungkasnya.
Seperti diberitakan, sejauh ini tantangan terbesar dari perdamaian di Timur Tengah adalah sikap keras kepala Benjamin Netanyahu. PM Israel itu berulang kali menegaskan negara Palestina takkan pernah ada.
Trending Now