Mu'ti Bagikan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Korban Bencana di Aceh Tamiang
5 Januari 2026 11:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Mu'ti Bagikan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Korban Bencana di Aceh Tamiang
Bantuan 2.000 paket perlengkapan sekolah itu diharapkan dapat menjadi sarana para siswa untuk dpat belajar dengan baik.kumparanNEWS

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengunjungi sekolah yang terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1). Ia menyalurkan bantuan 2.000 paket perlengkapan sekolah.
"Tadi kita serahkan secara simbolis untuk anak-anak di sini ada 2.000 paket. Yang kami harapkan dapat menjadi sarana untuk mereka belajar dengan sebaik-baiknya," kata Mu'ti saat berkunjung di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1).
Mu'ti menyebutkan, Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan kepada guru yang dirawat dan meninggal akibat bencana banjir bandang di Aceh Tamiang pada November 2025 lalu.
"Kita juga memberikan santunan ya. Santunan kepada ada guru yang dirawat, yang meninggal kita juga berikan santunan dari kementerian. Tentu ini tidak besar jumlahnya, tapi bagian dari empati kita untuk mereka yang sedang tertimpa musibah," ujar Mu'ti.
Pembersihan sekolah dari lumpur masih jadi fokus pemerintah untuk mempercepat kegiatan belajar mengajar bagi para siswa. Ada tantangan tersendiri dalam proses pembersihan tersebut.
"Masalah hari ini, beberapa tempat itu walaupun di dalam ruangan sudah kita keluarin lumpur. Karena di luar masih tinggi berlumpur, sedikit hujan masuk lagi (lumpurnya)," ujar Mu'ti.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan lumpur di sekolah-sekolah di Aceh Tamiang. Mulai dari SMA hingga SD, baik negeri maupun swasta.
"Alhamdulillah dari kementerian sudah dapat back up untuk kita sewa alat berat. Dan sudah ada alat berat sekitar 10 alat berat yang sudah didatangkan untuk kita fokus di Aceh Tamiang," ujar Murthalamuddin.
Hari ini kegiatan belajar kembali dimulai. KBM (kegiatan belajar mengajar) dilakukan di beberapa sekolah di Aceh Tamiang setelah dilakukan pembersihan dan evaluasi.
