Mu'ti Ungkap Banyak Nilai Ujian TKA Matematika Siswa SMA Jeblok, Apa Pemicunya?

26 November 2025 14:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 23 Desember 2025 10:20 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mu'ti Ungkap Banyak Nilai Ujian TKA Matematika Siswa SMA Jeblok, Apa Pemicunya?
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan banyak nilai ujian TKA siswa TKA Matematika jeblok.
kumparanNEWS
Sejumlah siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Foto: Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Foto: Kemendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti membeberkan banyak nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa-siswa SMA dan sederajat khususnya di bidang Matematika jeblok.
TKA adalah asesmen terstandar baru untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum.
Mu'ti mengatakan, ada banyak faktor yang memengaruhi hasil tersebut dan akan dievaluasi secara menyeluruh.
“Ya banyak faktor kan, banyak faktor. Nanti kita lihat secara keseluruhan,” ujar Mu’ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Mu’ti sempat membeberkan penyebab buruknya nilai TKA Matematika mungkin berasal dari penggunaan buku atau metode mengajar guru. Pernyataan itu menuai reaksi dari sejumlah tenaga pendidik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Namun, ia mengatakan pernyataannya adalah asumsi. Sehingga bisa saja tidak benar.
“Kan saya pakai kata-kata mungkin. Mungkin itu bisa benar, bisa tidak. Ya mudah-mudahan saja tidak benar. Saya bilang mungkin karena bukunya, mungkin karena salah ajarnya. Silakan, kita semua melakukan evaluasi aja,” jelasnya.
Mu’ti belum bersedia membeberkan angka rata-rata nilai TKA. Ia menyebut, hasil akhir akan disampaikan pada saat taklimat dan tidak akan dipublikasikan secara terbuka.
“Kalau rata-rata nilainya nanti tunggu pada saat taklimat ya. Pada saat taklimat nanti akan kita sampaikan, dan itu juga tidak kita sampaikan secara detail gitu. Karena nanti penyampaiannya itu akan ada penyampaian kepada masing-masing murid, kemudian penyampaian kepada sekolah, dan penyampaian kepada pemerintah daerah,” jelas Mu’ti.
“Sehingga nanti penyampaian hasil tes TKA itu tidak bersifat publik, tapi bersifat kelembagaan. Kepada sekolah, kepada pemerintah daerah, dan kepada masing-masing murid,” lanjutnya.
Beberapa waktu lalu siswa SMA sederajat telah mengikuti TKA. Dalam ujian tersebut, siswa mengerjakan tiga mata pelajaran (mapel) wajib dan satu mata pelajaran pilihan.
Mapel wajib TKA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara mata pelajaran pilihan terdiri atas sejumlah mata pelajaran lanjutan dari rumpun IPA maupun IPS.
Pada hasil awal, nilai TKA Matematika SMA 2025 terbilang rendah. Mu’ti menyebut evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian tersebut, mulai dari bahan ajar hingga proses belajar mengajar di sekolah.
Trending Now