Napak Tilas ke Makam Habib Kuncung, Oase Spiritual di Tengah Gemerlap Jaksel

23 November 2025 12:01 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Napak Tilas ke Makam Habib Kuncung, Oase Spiritual di Tengah Gemerlap Jaksel
Tersimpan sebuah oase spiritual yang tak pernah sepi peziarah: Kompleks Makam Keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih masyhur dikenal sebagai Habib Kuncung.
kumparanNEWS
Masyarakat melakukan ziarah ke makam keramat Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad atau Habib Kuncung di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat melakukan ziarah ke makam keramat Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad atau Habib Kuncung di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Apa yang terbesit ketika mendengar Jakarta Selatan? Kafe-kafe hits, gedung-gedung tinggi hingga tempat hiburan malam mungkin yang dipikirkan sebagain orang.
Di balik semua itu, tersimpan sebuah oase spiritual yang tak pernah sepi peziarah: Kompleks Makam Keramat Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad, atau yang lebih masyhur dikenal sebagai Habib Kuncung.
Pada Minggu (23/11) siang, aroma wewangian dan lantunan ayat suci menyambut para tamu yang datang silih berganti.
Salah satunya adalah Hadi (40), seorang warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang sengaja menyisihkan waktu liburnya untuk "mengetuk pintu" makam sang wali.
"Tujuannya buat tambah mahabbah (cinta) sama para kekasih Allah, mendekatkan diri sama Allah," ujar Hadi dengan nada tenang saat ditemui di lokasi makam yang berada di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/11).
Baginya, ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan upaya mengisi kekosongan batin.
"Hati ini biar ada keisi. Cuma 'dzikrul auliya tanzilur rahmah', (dengan menyebut nama para wali, turunlah rahmat). Jadi kita berharap dengan datang ke sini, dapat ketenangan dalam hati kita," tambahnya.
Masyarakat melakukan ziarah ke makam keramat Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad atau Habib Kuncung di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Lokasi Makam Keramat Habib Kuncung ini tak sulit ditemukan, letaknya berada tepat di samping Masjid Jami At-Taubah.
Makam Keramat itu berdiri di tengah-tengah kompleks makam keluarga Habib Kuncung. Pusara makam keramat itu didominasi warna hijau. Di depan pintu utama, terdapat tiga gentong yang berisi air karomah.
Masyarakat melakukan ziarah ke makam keramat Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad atau Habib Kuncung di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Hadi yang sudah sering berkunjung ke tempat ini, mengungkapkan, air dalam gentong itu memang rutin diisi oleh pengurus makam. Air itu bisa diminum namun tidak untuk justru sebagai tindakan musyrik kepada Sang Pencipta.
"Kita niatin minum supaya badan sehat atau apa, penuh keyakinan, ya insyaallah Allah kabulin," lanjut Hadi.
Wisata Hati di Tengah Ibu Kota
Bagi warga Jakarta seperti Hadi, berziarah ke Habib Kuncung, menjadi salah satu cara menenangkan diri dari hiruk-pikuk Jakarta. Ia menyebutkan, selain sering berziarah ke Makam Keramat Habib Kuncung, dia juga sering berziarah ke Makam Keramat lainnya.
"Ini sebagai salah satu makanan hati lah, biar keisi," tutup Hadi.
Di tengah gempuran modernitas Jakarta, Makam Habib Kuncung tetap berdiri teguh sebagai paku bumi spiritual.
Penjaga membersihkan area makam Habib Kuncung di Kalibata. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Habib Kuncung Syiarkan Islam Lewat Berdagang
Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad lahir di Gurfha, Hadramaut, Yaman, pada tahun 1838 M atau 1254 H. Habib Kuncung adalah sosok ulama yang menyiarkan Islam dengan cara berdagang.
Dihimpun dari berbagai sumber, sebelum menetap di Batavia, Habib Kuncung sudah melanglang buana ke sejumlah wilayah termasuk yang kini adalah Singapura dan Makassar.
Julukan "Kuncung" kepadanya memiliki kisah unik. Sebagian riwayat menyebutkan nama ini melekat karena kebiasaan beliau mengenakan peci atau kopiah yang ujungnya agak meruncing (kuncung).
Trending Now