NasDem Dukung Penuh Pemerintah Atasi Banjir Sumatera: Semua Tenang-Solid

23 Desember 2025 10:22 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
NasDem Dukung Penuh Pemerintah Atasi Banjir Sumatera: Semua Tenang-Solid
NasDem menilai, pemerintah bersama seluruh elemen negara telah bekerja maksimal menangani pemulihan pascabencana banjir Sumatera.
kumparanNEWS
Sejumlah bocah mengangkat kerdus berisi bantun di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah bocah mengangkat kerdus berisi bantun di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
NasDem mendukung penuh upaya pemerintah dalam menangani pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Bendahara Umum DPP NasDem, Ahmad Sahroni, mengatakan pemerintah bersama seluruh elemen negara telah bekerja maksimal menangani pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak.
Menurut Sahroni, dalam situasi kemanusiaan seperti saat ini fokus utama seluruh pihak adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Publik Jangan Terpengaruh Narasi Pecah Belah

Ia berharap publik jangan sampai terpengaruh oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah dan mengaburkan kerja nyata di lapangan.
β€œSaat seluruh elemen bangsa bekerja membantu masyarakat yang terdampak, jangan sampai situasi ini justru dikendalikan oleh narasi-narasi yang memecah belah. Yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan, solidaritas, dan kerja bersama,” ujar Sahroni kepada wartawan, Selasa (23/12).
NasDem memahami tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk kondisi geografis dan masih adanya sejumlah wilayah yang terisolasi, sehingga proses penanganan membutuhkan waktu, penyesuaian, serta evaluasi.
Sahroni menegaskan, NasDem bekerja bersama pemerintah memastikan bantuan yang telah diterima dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
β€œKami bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, NasDem terbuka menerima masukan dari seluruh lapisan masyarakat sebagai catatan dan bagian dari upaya memperkuat penanganan ke depan,” tutup Sahroni.

Pemerintah Gerak Cepat

Sebelumnya Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan, sejak hari pertama bencana terjadi, pemerintah pusat langsung bergerak mengkoordinasikan seluruh kekuatan yang ada tanpa sorotan kamera.
"Saya mau menyampaikan beberapa poin dan sekaligus menjawab beberapa pertanyaan tadi. Jadi, yang pertama mengenai anggapan bahwa pemerintah itu lambat. Saya mau cerita begini. Sejak tanggal 24 November, 25 November, 26 November, itu hujan di tiga lokasi," kata Teddy dalam konferensi pers tanggap bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12).
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi posko pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi posko pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Ia menjelaskan, puncak hujan terjadi pada 25 dan 26 November. Pada saat bersamaan, Kepala BNPB langsung bergerak ke Sumatera Utara meski sebelumnya berada di Lumajang untuk menangani erupsi Gunung Semeru.
Menurut Teddy, kondisi itu menunjukkan pemerintah harus menangani lebih dari satu bencana besar dalam waktu yang berdekatan.
Teddy menuturkan, Presiden Prabowo Subianto juga langsung melakukan komunikasi dengan kepala daerah setempat pada hari kejadian. Prabowo menghubungi Gubernur Sumatera Utara, Bupati Tapanuli Selatan, hingga Bupati Tapanuli Tengah untuk memastikan kondisi di lapangan dan kebutuhan penanganan darurat.
Warga dengan menggunakan kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Trending Now