Nasib Bayi di Pengungsian Aceh Tamiang: Patah Bahu Saat Lahir, Dievakuasi ke RS

2 Januari 2026 16:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nasib Bayi di Pengungsian Aceh Tamiang: Patah Bahu Saat Lahir, Dievakuasi ke RS
Tim pemerintah bersama relawan mengevakuasi bayi yang lahir di pengungsian Aceh Tamiang alami patah bahu ke rumah sakit.
kumparanNEWS
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Seorang bayi mengalami patah tulang bahu saat lahir. Ibunya melahirkan di pengungsian di Aceh Tamiang. Melihat kondisi ini, tim gabungan pemerintah dan relawan datang dan mengevakuasi ibu dan bayi ke rumah sakit.
Persalinan terjadi 2 minggu lalu. Dengan kondisi terbatas sang ibu melahirkan bayinya di pengungsian di Desa Rongoh, Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang yang terletak di perkebunan sawit bersama sekitar 40 pengungsi lainnya.
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Ibu dan bayinya yang mengalami patah bahu ini lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, untuk dirawat secara maksimal.
Situasi tersebut langsung mendapat perhatian relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI Dr. Muhammad Hidayat. Ia bergerak cepat melakukan evakuasi begitu laporan tentang kondisi ibu dan bayi itu diterima bersama relawan lainnya dari Sekolah Relawan dan tim medis.
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Mereka mendatangi lokasi pengungsian dan memeriksa kondisi ibu dan bayi. Saat dicek, selain bayi patah tulang, sang ibu ternyata mengalami kadar hemoglobin rendah dan perlu ditransfusi darah. Adapun diketahui sang ibu dan bayi sebelumnya sudah mendapatkan perawatan di RS.
Hidayat dan relawan kemudian membawa bayi dan ibunya ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang, Rabu (31/12).
β€œProses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,” ujar Hidayat dikutip Jumat (2/1).
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Sebelum evakuasi dilakukan, Hidayat terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan kesiapan penanganan medis. Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal kemudian memberikan atensi atas kondisi tersebut.
β€œBayi sudah aman dan nyaman sedang tidur. Terima kasih seluruh pihak yang sudah membantu,” ujar Hidayat usai mengantar bayi dan ibu itu ke RS.
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Perwakilan keluarga bayi menyampaikan rasa terima kasih atas gerak cepat para relawan dan pemerintah.
β€œSaya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar perwakilan keluarga dalam video yang diterima.
Pemerintah dan relawan kolaborasi bantu bayi cedera persalinan dan ibu dievakuasi ke RS dari pengungsian Aceh Tamiang. Foto: Dok. Istimewa
Trending Now