Nenek di Pasaman Dipukuli, Dilempar Batu, lalu Dibuang ke Semak-semak

5 Januari 2026 14:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nenek di Pasaman Dipukuli, Dilempar Batu, lalu Dibuang ke Semak-semak
Seorang nenek bernama Saudah (68) dianiaya oleh orang tak dikenal di Nagari Padang Mantinggi.
kumparanNEWS
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock
Seorang nenek bernama Saudah (68) dianiaya oleh orang tak dikenal di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Peristiwa itu terjadi di pinggir aliran sungai dan menyita perhatian warga setempat.
Akibat kejadian tersebut, kondisi Saudah cukup memprihatinkan. Wajahnya lebam, kedua matanya membiru, dan tubuhnya masih merasakan nyeri.
Saat ditemui wartawan di rumah sakit, Saudah mengaku masih merasakan sakit di sekujur badan.
β€œBadan terasa sakit-sakit,” ujar Saudah kepada wartawan, Senin (5/1).
Polisi cek TKP penganiayaan di aliran sungai. Disebut-disebut lokasi tambang. Dok: Polres Pasaman.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Saudah mengaku mendatangi lokasi aliran sungai bukan untuk melarang aktivitas, melainkan meminta agar pekerjaan dihentikan sementara.
β€œIya di lokasi saya, bukan dilarang. Minta berhenti bekerja siang saja. Dihentikan kerja, magrib diambil juga,” tuturnya.
Namun, belum sempat menyampaikan maksudnya, Saudah mengaku langsung mendapat perlakuan kekerasan. Ia diserang dengan lemparan batu, dipukul, hingga akhirnya dibuang ke semak-semak di sekitar lokasi.
β€œBelum sempat dilarang, saya senter, datang batu ke saya. Dilempari batu, banyak orang melempar. Dibawa saya ke sungai, dipukul. Dibuang ke semak-semak,” ceritanya.
Kasus ini dilaporkan pihak keluarga ke kepolisian dan kini tengah dalam penyelidikan.
Polisi cek TKP penganiayaan di aliran sungai. Disebut-disebut lokasi tambang. Dok: Polres Pasaman.

Polisi Cek TKP

Kasat Reskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi korban sekaligus melakukan pengecekan di lokasi kejadian.
β€œKami sudah melihat kondisi korban di rumah sakit. Kami juga sudah cek TKP sama Bapak Kapolres,” kata Fion saat dikonfirmasi.
Meski beredar dugaan pelaku merupakan penambang ilegal, polisi belum dapat memastikannya. Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan alat berat maupun peralatan penambangan.
β€œKami sampai di TKP tidak ditemukan alat berat atau sejenis alat penambang. Dari keterangan anak korban, orang-orang itu ambil material,” jelasnya.
Polisi cek TKP penganiayaan di aliran sungai. Disebut-disebut lokasi tambang. Dok: Polres Pasaman.
Fion menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, kejadian bermula saat korban menyenter lokasi sungai dan kemudian diserang.
β€œJadi nenek ini, malam itu, pergi ke sungai itu. Melihat orang bekerja, disenter, setelah disenter melayang batu, tidak sadar, pingsan, dan setelah itu dirinya diangkat ke ladang cokelat,” sambungnya.
Polisi memastikan kasus ini menjadi perhatian serius dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku penganiayaan.
β€œKami mencari tersangka. Kalau ada alat berat tentu ada operator, bisa kita kejar operator. Ini tidak ada alat berat. Kami tidak bisa menyebut lokasi tambang. Hanya tumpukan material batu saja,” pungkas Fion.
Trending Now