Netanyahu Sebut Israel dan Hamas Segera Masuk Gencatan Senjata Fase Dua
8 Desember 2025 11:24 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Netanyahu Sebut Israel dan Hamas Segera Masuk Gencatan Senjata Fase Dua
Netanyahu mengatakan gencatan senjata fase dua antara Israel dan Hamas dimulai paling cepat akhir bulan kumparanNEWS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel dan Hamas segera memasuki fase kedua gencatan senjata setelah Hamas mengembalikan jenazah sandera yang terakhir. Hal ini disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Israel.
Hamas masih belum mengembalikan jenazah Ran Gvili, petugas polisi berusia 24 tahun yang tewas dalam serangannya di Israel pada 7 Oktober 2023. Jenazahnya dibawa ke Gaza.
Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata fase dua dapat dimulai paling cepat akhir bulan ini. Salah satu poin penting dalam gencatan senjata fase dua adalah pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Fase dua gencatan senjata juga mencakup penempatan pasukan internasional untuk mengamankan Gaza dan pembentukan pemerintahan sementara Palestina untuk menjalankan administrasi sehari-hari di bawah pengawasan dewan internasional yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.
"Seperti yang saya sampaikan ke kanselir, ada fase ketiga, yaitu deradikalisasi Gaza, sesuatu yang juga diyakini mustahil oleh banyak orang. Namun, hal itu telah dilakukan di Jerman, dilakukan di Jepang, dilakukan di negara-negara Teluk. Hal yang sama juga bisa dilakukan di Gaza, tapi tentu saja Hamas harus dibubarkan," kata Netanyahu, dikutip dari AP, Senin (8/12).
Pada kesempatan itu, Merz mengatakan Jerman membantu pelaksanaan fase dua gencatan dengan mengirim perwira dan diplomat ke pusat koordinasi sipil dan militer yang dipimpin AS di Israel selatan, dan mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Merz juga mengatakan, Jerman masih meyakini bawa two-state solution merupakan pilihan terbaik.
"Tapi pemerintah federal Jerman tetap berpendapat bahwa pengakuan negara Palestina hanya dapat dicapai di akhir proses itu, bukan di awal," kata Merz.
Netanyahu kemudian mengatakan ingin mengunjungi Jerman meski belum merencanakan perjalanan diplomatik karena khawatir dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional.
Fase Pertama Gencatan Senjata Berakhir Usai Hamas Pulangkan Jenazah Sandera Terakhir
Fase pertama gencatan senjata akan berakhir begitu Hamas mengembalikan jenazah Gvili ke Israel, dan Israel memulangkan 15 jenazah Palestina.
Hamas mengatakan tidak bisa menemukan seluruh jenazah karena terkubur di reruntuhan akibat serangan Israel di Gaza selama dua tahun. Israel menuduh Hamas menunda operasi pencarian dan mengancam akan melanjutkan kembali operasi militer atau menahan bantuan kemanusiaan jika seluruh jenazah tidak dipulangkan.
Kelompok keluarga sandera dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Israel tidak bisa lanjut ke fase gencatan senjata berikutnya sebelum jenazah Gvili dikembalikan ke keluarganya.
Sementara itu, Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan Garis Kuning yang memisahkan wilayah Gaza yang mayoritas dikendalikan Gaza dari wilayah lainnya sebagai perbatasan baru.
"Kami memiliki kendali operasi atas sebagian besar Jalur Gaza dan kami akan tetap berada di garis pertahanan itu," kata Zamir.
"Garis Kuning adalah garis perbatasan baru, yang berfungsi sebagai garis pertahanan terdepan bagi komunitas kami dan jalur aktivitas operasional," lanjutnya.
