Nias Kekurangan 21 Dokter Spesialis, Dokter Umum Dijanjikan Beasiswa di USU-UGM

16 Mei 2025 10:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nias Kekurangan 21 Dokter Spesialis, Dokter Umum Dijanjikan Beasiswa di USU-UGM
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Faisal Hasrimy mengungkap saat ini Kepulauan Nias kekurangan 21 dokter spesialis.
kumparanNEWS
Ilustrasi dokter. Foto: PopTika/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dokter. Foto: PopTika/Shutterstock
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Faisal Hasrimy mengungkap saat ini Kepulauan Nias kekurangan 21 dokter spesialis.
Faisal bilang, dari 5 rumah sakit di sana, hanya ada satu rumah sakit yang memiliki dokter spesialis yang lengkap.
โ€œYang hari ini kalau kita hitung ada kebutuhannya 21 spesialis dasar dan penunjang,โ€ kata Faisal pada Jumat (18/5).
Faisal bilang, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan dokter, Pemprov Sumut akan memberikan beasiswa kepada dokter umum yang merupakan putra putri daerah Nias.
Jadi, kata Faisal, Pemprov Sumut sudah menandatangani MOU bersama Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Gajah Mada (UGM).
โ€œNah di sini makanya dengan seiring program Pak Gubernur Bobby Nasution, Pak Presiden Prabowo, membuat program pemenuhan program spesialis di Nias,โ€ kata dia.
โ€œAlhamdulillah hari ini, Pak Gubernur sudah ber-MOU dengan USU dan UGM sebagai tempat putra putri Nias nanti untuk kita berikan beasiswa untuk mengambil pendidikan spesialis dasar dan penunjang,โ€ jelasnya.
Faisal bilang, hal ini juga dilakukan agar para calon dokter dapat betah tinggal di sana.
โ€œSaat ini sudah mulai berproses ya, karena pendidikan dimulai bulan Juli,โ€ kata dia.
โ€œKita minta putra putri daerah agar mereka kerasan (betah) tinggal di sana, jadi ketika lulus kita kontrak 15 tahun dengan surat perjanjian,โ€ kata dia.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyoroti daerah 3T. Di mana salah satunya Kepulauan Nias.
Budi mengungkap bahwa banyak kasus ibu meninggal akibat minimnya dokter spesialis obgyn atau kandungan.
Di Nias sendiri, kata Budi, ada kasus ibu meninggal lantaran butuh waktu perjalanan 4 jam untuk sampai ke faskes dan minimnya dokter obgyn. Setidaknya, hanya ada 4 dokter obgyn di Kepulauan Nias.
Trending Now