Nusron Minta Koster Cetak 6 Ribu Hektare Sawah Baru Akibat Alih Fungsi Lahan
26 November 2025 15:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Nusron Minta Koster Cetak 6 Ribu Hektare Sawah Baru Akibat Alih Fungsi Lahan
Nusron Wahid meminta Bali mencetak 6 ribu hektare sawah baru untuk mengganti 4 ribu hektare yang hilang akibat alih fungsi lahan dan memenuhi target LP2B sesuai aturan nasional.kumparanNEWS

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, menginstruksikan agar Gubernur Bali, Wayan Koster, mencetak sekitar 6 ribu hektare sawah baru akibat alih fungsi lahan di Pulau Bali.
Nusron mencatat ada 4 ribu hektare sawah beralih fungsi lahan dalam 6 tahun terakhir.
"Karena selama tahun 2019 sampai 2025 itu ada plus minus hampir 4 ribu hektare sawah di Bali hilang. Jadi untuk mencapai target itu harus butuh 6 ribu hektare," katanya usai Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria (RGTA), yang dihadiri kepala daerah se-Bali di Kantor Gubernur Bali, Rabu (26/11).
Nusron mengatakan, pengadaan sawah baru ini mengikuti UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 menetapkan bahwa target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus mencakup minimal 87 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS). Sementara itu, luas LP2B Bali baru 83 persen dari LBS.
"Sekarang di Bali KP2B (Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan) baru 83 persen, jadi kurang 7 persen dan hanya ada 3 persen kabupaten yang KP2B di atas 87 persen atau mendekati 90 persen, yaitu Kabupaten Bangli, Karangasem, Jembrana. Lainnya masih di bawah itu," katanya.
Menurutnya, keberadaan sawah baru ini menjamin keseimbangan antara investasi dan ketahanan pangan di daerah pusat pariwisata. Dia menambahkan, pengelolaan sawah baru ini nantinya dibantu oleh pemerintah pusat melalui kementerian pertanian.
"Jadi dengan kondisi demikian, nanti apa? terjadi keseimbangan, investornya terjamin, nanti kita legalisasi. Pada sisi yang lain, ketahanan pangannya terpenuhi. Pak Gubernur yang menyiapkan lahannya, nanti kita usulkan kepada Pak Mentan, bersama-sama kita cetak sawahnya. Ini akan terjadi reforma agraria yang efektif," katanya.
Sementara itu, Gubernur Koster mengatakan masih memetakan wilayah yang berpotensi dicetak menjadi sawah baru. Beberapa wilayah yang dinilai cocok berada di Kecamatan Kubu di Kabupaten Karangasem, dan Kecamatan Gerokgak dan Tejakula di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. Dia segera menganalisa baik kontur lahan dan sumber air di wilayah tersebut.
"Kan ada misalnya di kubu lahan banyak, Gerokgak, Tejakula, Jembrana, lahan yang sekarang bukan sawah. Memungkinkan gak itu dijadikan sawah. Untuk jadi sawah tentu harus dikaji dari segi ekosistemnya dulu. Kecocokan lahan dengan tanamannya, iklimnya memungkinkan atau nggak. Kedua, air. Kalau air menurut saya itu ada cuma agak jauh harus disalurkan," katanya.
