Ombudsman Soal Pejabat BPJPH Pukul Istri: Tak Pantas, Laporkan ke Polisi
11 September 2025 15:05 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Ombudsman Soal Pejabat BPJPH Pukul Istri: Tak Pantas, Laporkan ke Polisi
Ombudsman mendorong korban kekerasan pejabat BPJPH melapor ke polisi.kumparanNEWS

Ombudsman RI menyayangkan tindakan pemukulan dan dugaan KDRT oleh pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kepada istrinya. Seharusnya, kasus itu dilaporkan ke polisi.
Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro mengatakan, tindakan kekerasan pejabat BPJPH ke istrinya sangat bisa dibawa ke ranah pidana. Korban bisa langsung melapor ke polisi.
βMenurut saya tentu langkah lanjutnya adalah bagaimana si istri menyikapi apakah itu akan menjadi sebuah laporan kepolisian KDRT atau apa itu terserah pada yang bersangkutan,β kata Johanes Widijantoro saat dihubungi, Kamis (11/9).
Johanes mengatakan, tidak pantas pejabat melakukan kekerasan terhadap siapa pun apalagi kepada istri. Terlebih, kekerasan itu dilakukan di depan umum.
βSangat disayangkan pejabat publik kok melakukan hal itu bahkan di hadapan masyarakat ya di depan publik itu tentu sangat disayangkan,β tambah dia.
βSiapa pun ya tidak harus pejabat publik gitu kan apalagi terhadap istrinya kan sudah ada tuh Undang-Undang tentang KDRT,β ujarnya.
Pejabat BPJPH Pukul Istri
Sebelumnya, Seorang pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berinisial M diduga memukul istrinya di depan pegawai di kantor BPJPH di Jalan Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
kumparan mendapatkan rekaman video pemukulan itu. Peristiwa itu terjadi pada 17 Agustus 2025 pukul 11.05 WIB.
Dalam rekaman video itu, terlihat diduga M yang memakai kemeja lengan panjang berwarna putih dan memakai udeng di kepala, masuk ke dalam sebuah lobi di kantor BPJPH. Diduga M baru saja mengikuti upacara 17 Agustus.
Di lobi sudah ada seorang perempuan yang merupakan istrinya, yang kemudian menghampiri diduga M.
Seperti terlihat dari video, keduanya terlibat percakapan, tapi tak lama M melayangkan pukulan ke kepala istrinya di depan beberapa orang yang merupakan pegawai BPJPH.
Pemukulan itu cukup mengejutkan orang-orang yang berada di sekitar. Setelah terkena pukulan, tangan sang istri terlihat berupaya menggapai tubuh M. Tapi kemudian sang istri beranjak pergi.
Tapi M terlihat berupaya melakukan pengejaran. Tak diketahui lagi apa yang terjadi setelah itu.
Belum diketahui apa pemicu pemukulan itu, namun dari berbagai sumber, diduga ucapan sang istri yang menyinggung soal urusan pribadi yang memicu M melakukan pemukulan.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan sudah memberikan respons kejadian tersebut. Ia menyebut internal lembaganya itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Bae-bae aje. Kita jangan ambil isu yang negatif. Kita mendidik semua aman tentram, jangan ngutip yang hoaks-hoaks," kata Haikal di kantornya, Rabu (10/9).
Haikal bahkan mengatakan dugaan pemukulan itu tidak benar. "Nggak benar, kita ini semua kan dalam bimbingan saya, saya membina semua untuk mengedepankan akhlak, kalau seumpama ada-ada, yang kita lurusin," ujar dia.
