Ombudsman Ungkap 34 KLB Keracunan MBG: Korban Ribuan, Mayoritas Anak Sekolah
30 September 2025 19:54 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Ombudsman Ungkap 34 KLB Keracunan MBG: Korban Ribuan, Mayoritas Anak Sekolah
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan puluhan kejadian luar biasa ini telah memakan ribuan korban yang mayoritas merupakan anak sekolah.kumparanNEWS

Ombudsman RI mencatat ada 34 kejadian luar biasa (KLB) keracunan akibat makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai kejadian ini terhitung sejak awal program ini diluncurkan.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan puluhan kejadian luar biasa ini telah memakan ribuan korban yang mayoritas merupakan anak sekolah.
"Jika kita jumlahkan, sejak Januari hingga September 2025, telah terjadi sekitar 34 kejadian luar biasa keracunan dengan ribuan korban mayoritas anak sekolah," kata Yeka dalam konferensi pers di kantor Ombudsman RI, Selasa (30/9).
Yeka membeberkan beberapa kejadian. Salah satunya di Garut, ada 657 siswa yang mengalami keracunan usai mengkonsumsi nasi kotak dari program MBG.
"Di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 497 siswa mengalami gejala serupa akibat menu yang diolah tanpa disiplin standar," beber Yeka.
"Kasus terbesar terjadi di Bandung Barat, di mana 1.333 siswa harus mendapatkan perawatan medis karena makanan yang terlambat didistribusikan dan tidak higienis," sambung dia.
Selain itu, ada pula kejadian serupa di beberapa daerah lainnya seperti Bengkulu, Sulteng, Bogor, hingga Bangka Belitung. Rata-rata tiap kejadian memakan korban puluhan hingga ratusan siswa.
"Di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, 276 siswa terdampak akibat ikan cakalang yang tercemar," ungkap Yeka.
"Sementara di Belitung, Bangka Belitung, puluhan siswa sakit karena makanan yang terlambat didistribusikan sehingga basi," tambahnya.
Yeka mengaku berbagai kejadian ini sangat memprihatinkan. Sehingga, dia menilai, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab program untuk segera melakukan perbaikan.
"Sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat standar keamanan pangan, memperbaiki disiplin distribusi, dan membangun sistem pengawasan yang lebih ketat," ucap dia.
MBG sebetulnya tak hanya ditujukan untuk anak sekolah. Program ini juga bertujuan untuk mengentaskan kelompok rentan, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga tenaga pendidik dari bahaya stunting.
