Oposisi Israel Kritik Operasi Darat Militer di Gaza: Amatir dan Ceroboh

16 September 2025 19:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Oposisi Israel Kritik Operasi Darat Militer di Gaza: Amatir dan Ceroboh
Oposisi menyebut operasi darat militer Israel di Gaza amatir dan ceroboh, dan tidak punya tujuan politik yang jelas.
kumparanNEWS
Perdana Menteri Israel Yair Lapid berpidato di Sesi ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York City, AS. Foto: Mike Segar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Yair Lapid berpidato di Sesi ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York City, AS. Foto: Mike Segar/REUTERS
Operasi darat militer Israel ke Gaza City dikritik oleh oposisi. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu amatir dan ceroboh.
"Semuanya amatir dan ceroboh dan arogan dan diimprovisasi, kemudian di bilang kalau ada isolasi internasional," kata Lapid saat diwawancarai media setempat, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16/9).
Dalam wawancara dengan media setempat, Ynet, Lapid mengaku bingung atas kurangnya kejelasan terhadap gambaran akhir bagi Gaza dan bagaimana membawa kembali sandera serta menghentikan perang.
"Ini tidak masuk akal. Saya tidak pernah mendengar operasi militer yang tidak memiliki tujuan politik. Mereka mengirim pasukan untuk berperang di sana. Prajurit akan terbunuh. Sandera akan terbunuh, dan tidak ada yang mengerti apa tujuannya," ujarnya.
Lapid memang berkali-kali menyatakan tidak sepakat dengan kebijakan Netanyahu terhadap Gaza. Dia pernah mendesak Israel segera menyepakati gencatan senjata di Gaza dan mengajak masyarakat mogok kerja dalam aksi solidaritas terhadap sandera yang masih ditahan di Gaza.

Netanyahu Minta Operasi Pengaruh di Media untuk Tangkal Sanksi Internasional

Warga berkumpul di lokasi serangan udara Israel yang menghantan bangunan hunian di Kota Gaza, 10 September 2025. Foto: REUTERS/Ebrahim Hajjaj
Sementara itu, Netanyahu mengatakan Israel perlu berinvestasi besar-besaran dalam 'operasi pengaruh' di media tradisional dan media sosial untuk menangkal ancaman sanksi yang muncul dari dunia internasional atas tindakan Israel di Gaza dan terbaru di Qatar.
"Ini menyebabkan sanksi terhadap Israel dan mengubah posisi internasional Israel, dan ini menyebabkan semacam isolasi bagi Israel," kata Netanyahu dalam konferensi Kementerian Keuangan, dikutip dari Reuters.
"Kita bisa keluar dari isolasi ini, tapi harus berinvestasi besar-besaran dalam langkah-langkah [penanggulangan, khususnya dalam operasi pengaruh di media dan media sosial," lanjutnya.
Menurutnya, Israel harus mengurangi ketergantungan industrinya pada perdagangan dengan negara lain.
"Kita harus mulai mengembangkan kemampuan kita untuk bergantung pada diri kita sendiri," katanya lagi.
Menanggapi itu, Lapid mengatakan isolasi internasional merupakan hasil dari kebijakan yang salah dan gagal oleh Netanyahu dan pemerintahannya.
"Mereka mengubah Israel jadi negara dunia ketika dan bahkan tidak mencoba mengubah situasi," ungkap Lapid.
"Israel dapat kembali jadi negara yang sukses, populer, dengan ekonomi dunia pertama yang melesat," lanjutnya.
Trending Now