Ortu Korban Ledakan SMAN 72 Khawatir Masa Depan Anak: Pengobatan Bisa 2 Tahun

11 November 2025 19:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ortu Korban Ledakan SMAN 72 Khawatir Masa Depan Anak: Pengobatan Bisa 2 Tahun
Ortu salah satu korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mengkhawatirkan masa depan anaknya karena harus menjalani pengobatan yang lama.
kumparanNEWS
Suasana satu hari setelah ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (8/11/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana satu hari setelah ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (8/11/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
LH (16 tahun) menjadi korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terbilang paling parah. Korban masih dirawat di ruangan ICU RSI Cempaka Putih hingga sekarang. Siswa kelas X itu menderita luka bakar dan gangguan pendengaran.
Ayah LH, Andri, menilai perawatan atas luka yang diderita oleh anaknya bakal berlangsung lama bahkan bisa sampai dua tahun. Dia khawatir masa depan anaknya pupus karena pemulihan luka yang lama.
"Karena ini masalah anak saya lukanya itu sangat-sangat parah dan tidak mungkin dalam kondisi satu tahun atau bisa dua tahun itu baru sembuh," kata dia ketika ditemui di RSI Cempaka Putih pada Selasa (11/11).
Suasana SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
"Ini anak punya cita-cita loh. Nah, jadi ke depannya kalau setelah ini dia mau jadi apa? Apa cita-citanya itu ya tenggelam gitu aja. Karena dia posisinya gara-gara ledakan seperti itu," lanjut dia.
Biaya perawatan anaknya, juga jadi kekhawatiran Andri. Ia takut pemerintah tak bisa membiayai pengobatan anaknya sampai tuntas. Apalagi, hingga kini, dia mengaku belum ditemui oleh Pemprov Jakarta ataupun Polri untuk membicarakan perawatan anaknya.
Ayah korban ledakan, Andri, di RSI Cempaka Putih pada Selasa (11/11). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
"Dari pihak pemerintah. Dia bilang, dari korban ledakan bom ini ditanggung oleh pemerintah. Saya kan juga enggak tahu ya ditanggungnya itu sampai kapan," ujar dia.
Berdasarkan data terbaru, total ada 33 korban ledakan yang masih dirawat di empat rumah sakit berbeda, yakni RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamina Jaya, dan RS Polri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum sebelumnya mengatakan seluruh biaya perawatan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
โ€œPokoknya semua korban di rumah sakit mana saja akan ditanggung oleh Pemerintah DKI sampai dengan selesai,โ€ kata Pram usai meninjau para korban di RSI Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (7/11).
Trending Now