Pabrik Tahu Diduga Pakai Limbah Plastik, BPOM: Muncul 2019, Kami Cek Lagi

15 Mei 2025 15:33 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik Tahu Diduga Pakai Limbah Plastik, BPOM: Muncul 2019, Kami Cek Lagi
Kepala BPOM Taruna Ikrar menanggapi isu beredarnya video pabrik tahu yang diduga menggunakan bahan bakar limbah plastik dalam proses produksinya.
kumparanNEWS
Kepala BPOM Taruna Ikrar saat di wawancara di komplesk parlemen senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPOM Taruna Ikrar saat di wawancara di komplesk parlemen senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Kepala BPOM Taruna Ikrar menanggapi isu beredarnya video pabrik tahu yang diduga menggunakan bahan bakar limbah plastik dalam proses produksinya. Ia mengungkapkan, kasus tersebut sejatinya telah muncul sejak 2019 dan sudah ditangani oleh otoritas setempat.
β€œYang beredar video itu sebetulnya pabrik tahu kami dapat laporan isu ini muncul sebetulnya sejak tahun 2019 dan sudah ditangani oleh Gubernur Jawa Timur,” ujar Taruna dalam RDP Komisi IX, Rabu (14/5).
Ia mengatakan, BPOM melalui balai-balai di seluruh Indonesia sudah memiliki program pengawasan lewat kegiatan sampling di pasar secara rutin, termasuk terhadap produk tahu. Frekuensi turun ke lapangan tergantung kapasitas petugas di masing-masing daerah.
β€œKami turun. Turunnya setiap kapan yaitu ada yang tiap bulan sekali melakukan sampling, ada yang dua kali sebulan. Tergantung kapasitas personel yang kita miliki di daerah,” jelasnya.
Namun Taruna juga mengakui keterbatasan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang hanya berjumlah 76 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, ditambah 38 provinsi. Hal ini, menurutnya, membuat pengawasan belum bisa optimal.
β€œIdealnya kita punya unit pelaksana teknis itu ada di setiap dati (daerah tingkat) 2, minimal ada di setiap dati 2. Unit pelaksana teknis kami baru ada 76 dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
BPOM, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan Balai Besar di Jawa Timur untuk segera turun kembali mengecek kasus tahu yang kembali viral. Ia menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat agar kasus serupa tak berulang.
β€œKami akan cek ke lapangan untuk memastikan hal itu. Tapi bukan hanya di Jawa Timur tentunya. Ini menjadi catatan kami juga untuk seluruh unit pelaksanaan teknis tindak di seluruh Indonesia,” tegas Taruna.
Trending Now