Pangeran MBS Ikuti Salat Jenazah Grand Mufti Arab Saudi
24 September 2025 7:42 WIB
Β·
waktu baca 3 menitDiperbarui 23 Oktober 2025 9:52 WIB

Pangeran MBS Ikuti Salat Jenazah Grand Mufti Arab Saudi
Arab Saudi kehilangan ulama besarnya, yaitu Grand Mufti Syaikh Abdulaziz Al-Asheikh, yang wafat pada usia 82 tahun pada Selasa (23/9). kumparanNEWS

Arab Saudi kehilangan ulama besarnya, yaitu Grand Mufti Syaikh Abdulaziz Al-Asheikh, yang wafat pada usia 84 tahun, Selasa (23/9).
Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh setelah salat ashar dan dilanjutkan pemakaman pada hari yang sama.
Dalam salat jenazah, tampak para pembesar Arab Saudi di Ibu Kota Riyadh, termasuk Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Muhammad bin Salman (Pangeran MBS).
βYang Mulia Putra Mahkota menunaikan salat jenazah untuk Yang Mulia Syaikh Abdulaziz bin Abdullah bin Mohammed Al Asheikh β semoga Allah merahmatinya β di Masjid Agung Imam Turki bin Abdullah di Riyadh,β begitu pengumuman pemerintah Riyadh, dikutip Rabu (24/9).
Atas perintah Raja Salman, salat jenazah secara gaib juga dilaksanakan di Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan masjid-masjid di seantero negeri.
Grand Mufti adalah posisi mufti atau ulama paling senior, yang menjadi rujukan resmi negara dalam urusan agama, syariah, dan fatwa.
Tak hanya menjabat sebagai Mufti Agung, Abdulaziz juga menjabat Ketua Dewan Ulama Senior, Presiden Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa, serta Ketua Dewan Tertinggi Liga Muslim Dunia.
Memajukan Jalan Moderasi
Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdulrahman Al-Sudais, mengungkapkan dukacita atas wafatnya ulama berpengaruh tersebut.
βKerajaan Arab Saudi dan dunia Islam telah kehilangan salah satu ulama paling terkemuka, yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani agama, menegakkan akidah, memajukan jalan moderasi dan keseimbangan, menyebarkan ilmu Islam, serta berkontribusi dalam membimbing umat menuju persatuan dan stabilitas,β ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Kehilangan Penglihatan di Usia Muda
Abdulaziz lahir di Makkah 84 tahun lalu. Saat usia 8 tahun, ayahnya meninggal. Dia kemudian belajar Al-Quran dan ilmu syariah dari berbagai guru. Penglihatannya mulai terganggu pada usia 20-an tahun. Kekurangan pada mata ini tak menghalangi Abdulaziz menuntut ilmu dan mengajar hingga menjadi profesor.
Abdulaziz berceramah di berbagai masjid utama di Riyadh termasuk Masjid Imam Turki bin Abdullah β yang kemudian menjadi tempatnya disalati saat wafat.
Khatib Terlama di Masjid Namirah, Arafah
Abdulaziz pernah ditugaskan untuk menjadi khatib di Masjid Namirah di padang Arafah β lokasi puncak haji. Dia menjadi khatib keenam pada masa pemerintahan Saudi modern di masjid itu.
Abdulaziz menyampaikan khotbah Hari Arafah setiap tahun secara berkesinambungan sejak tahun 1982 hingga tahun 2015 Masehi. Itu adalah masa terpanjang bagi seorang khatib di Masjid Namirah di Arafah.
βKhotbah beliau ditandai dengan penekanan pada tauhid dan pengagungan syiar Allah, serta ajakan untuk berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunah, menjauhi fitnah dan perpecahan, serta menegaskan pentingnya persatuan kaum muslimin," ungkap Kepresidenan Urusan Keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
"Khotbah Arafah yang beliau sampaikan menjadi rujukan dan sumber yang dirujuk dalam kajian dan penelitian syarβi,β jelasnya, disambung doa untuk almarhum.
