Pantura Kaligawe Masih Banjir, Kendaraan Kecil Diminta Lewat Jalur Alternatif
27 Oktober 2025 11:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menitDiperbarui 12 November 2025 17:31 WIB

Pantura Kaligawe Masih Banjir, Kendaraan Kecil Diminta Lewat Jalur Alternatif
Banjir masih menggenangi Jalur Pantura Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. kumparanNEWS

Banjir masih menggenangi Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Meski air masih cukup tinggi, tapi akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan.
Titik banjir terdalam masih berada di depan RSI Sultan Agung Semarang, air masih sekitar 40 hingga 50 centimeter. Namun, sudah banyak mobil pribadi yang melintasi jalan ini.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, mengatakan, banjir di Jalan Pantura sudah mulai berkurang. Saat ini ketinggian air sekitar 30-50 sentimeter di beberapa titik sehingga sudah cukup aman untuk dilewati.
"Sudah berkurang, sudah bisa dilewati mobil, tapi kalau mobil kecil atau motor ya jangan. Macet juga sudah tidak separah kemarin," ujar Rismanto, Senin (27/10).
Ia menyebut berkurangnya debit air karena sudah ada tambahan pompa yang menyedot air.
"Iya karena sudah ada tambahan pompa waktu hari Sabtu itu. Cuma kemarin hujan lagi kan," jelas Rismanto.
Meski sudah bisa dilewati kendaraan perlahan, namun, ia meminta pengendara mobil kecil untuk menggunakan jalur alternatif.
"Kendaraan roda empat pribadi sebaiknya untuk tetap menggunakan jalur alternatif. Kendaraan roda dua sebaiknya jangan lewat sini, kalau kena ombak dari truk yang melintas dikhawatirkan malah motornya mogok, lewat Jalan Wolter Monginsidi ke arah Pedurungan," kata Rismanto.
Banjir di Kaligawe terjadi karena curah hujan yang tinggi selain karena kawasan tersebut merupakan dataran rendah/cekungan. Kaligawe merupakan salah satu bagian vital dari Jalur Pantura.
