Para Perusuh Demo di Bandung Ditangkap di Jakarta hingga Makassar

16 September 2025 20:21 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para Perusuh Demo di Bandung Ditangkap di Jakarta hingga Makassar
Rudi mengungkapkan para pelaku itu merupakan pengelola akun Instagram dan website Blackboc Zone. Direktorat Siber Polda Jabar membagi dua kategori pada peristiwa ini, yaitu penghasut dan terhasut.
kumparanNEWS
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menunjukkan barang bukti saat konferensi pers Polda Jabar terkait pelaku perusakan saat demo di Bandung, Selasa (16/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menunjukkan barang bukti saat konferensi pers Polda Jabar terkait pelaku perusakan saat demo di Bandung, Selasa (16/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Polda Jabar menetapkan 26 tersangka dalam perusakan yang terjadi saat aksi demonstrasi di Bandung. Para pelaku tak hanya ditangkap di Kota Bandung.
"Ada yang kami tangkap di Makassar, dari Makassar menggerakkan itu, Jawa Timur, Jakarta, dan beberapa tempat-tempat lain," kata Kapolda Jabar Rudi Setiawan saat konferensi pers Selasa (16/9).
Rudi mengungkapkan para pelaku itu merupakan pengelola akun Instagram dan website Blackboc Zone. Direktorat Siber Polda Jabar membagi dua kategori pada peristiwa ini, yaitu penghasut dan terhasut.
Pada kategori terhasut ditetapkan tersangka 13 orang. Sementara itu, untuk kategori penghasut ditetapkan 3 orang tersangka.
Konferensi pers Polda Jabar terkait pelaku perusakan saat demo di Bandung, Selasa (16/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
"Kategori penghasut ini pemilik akun dengan inisial namanya MAK ini dia pengelola media sosial IG @blackboczone dan sebuah website, ini mahasiswa di Jombang," kata Rudi.
"Kemudian ada AF, ini pengelolanya juga Instagramnya. Sama mahasiswa, tinggalnya sesuai KTP yaitu Sulawesi Selatan," kata Rudi menambahkan.
Konferensi pers Polda Jabar terkait pelaku perusakan saat demo di Bandung, Selasa (16/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Rudi mengatakan, setiap pelaku memiliki peran masing-masing. Mulai dari pengelola media sosial, dompet digital, hingga berafiliasi dengan kelompok anarkisme luar negeri.
"Ada yang mengelola medsos, yang berafiliasi dengan paham anarkisme yang ada di luar. Jadi rekan-rekan, untuk diakui sebagai anggota anarkis di luar itu tidaklah gampang. Ini harus melaporkan apa-apa yang pernah dilakukan di daerahnya masing-masing," ujar Rudi.
Trending Now