Paskibra di Sorong Nyaris Pingsan Digandeng Teman: Menkum Beri Beasiswa & Motor
19 Agustus 2025 12:45 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Paskibra di Sorong Nyaris Pingsan Digandeng Teman: Menkum Beri Beasiswa & Motor
Menkum Supratman mengapresiasi Kristo dan dua orang temannya tersebut.kumparanNEWS

Momen heroik terjadi saat dua orang anggota Paskibra asal Sorong, Papua Barat Daya, membantu temannya yang nyaris pingsan di barisan saat upacara peringatan HUT ke-80 RI, di Kodaeral XIV Sorong, Minggu (17/8).
Anggota Paskibra yang nyaris pingsan itu diketahui bernama Kristo Gideon Dimara, yang merupakan siswa SMK YPK Bukid Zaitun Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sementara itu, dua orang rekan Kristo diketahui bernama Afgan Sapulete dan Frans Beto Kolowa.
Usai video kejadian itu viral, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mencari tahu keberadaan ketiga anggota Paskibra tersebut.
Melalui perantara kantor wilayah Kemenkum Papua Barat, Supratman pun berhasil menghubungi ketiga siswa yang berada di Sorong. Ia berharap, ketiga anggota Paskibra itu tetap menjunjung jiwa nasionalismenya.
"Mereka anak-anak luar biasa, rasa nasionalismenya sungguh menyentuh hati. Teruslah berbangga menjadi Warga Negara Indonesia," kata Supratman dalam keterangannya, Selasa (19/8).
Supratman mengapresiasi Kristo dan dua orang temannya tersebut. Ia mengaku tersentuh melihat jiwa nasionalis ketiganya dalam bertugas saat peringatan HUT ke-80 RI.
"Saya sudah berkomunikasi melalui video call dengan ketiga siswa didampingi Ibu Kesbangpol di Sorong, setelah menyaksikan video [Paskibra] itu saya tersentuh melihat jiwa nasionalis adik-adik tersebut," ujar Supratman.
Dalam komunikasinya itu, Supratman menyatakan akan memberikan sepeda motor kepada ketiga anggota Paskibra tersebut.
Tak hanya itu, Supratman juga menawarkan beasiswa untuk Kristo bersekolah di sekolah kedinasan milik Kementerian Hukum (Kemenkum).
"Dari hasil video call saya dan ketiga siswa tadi, sesuai dengan keinginan mereka, saya akan berikan bantuan kendaraan berupa sepeda motor," ucap dia.
"Saya juga akan memberikan akses untuk bergabung ke Kementerian Hukum melalui sekolah kedinasan Politeknik Pengayoman milik Kemenkum, jika mereka berkenan," imbuhnya.
Cerita Kristo
Kristo nyaris pingsan saat bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-80 RI, di Kodaeral XIV Sorong, Minggu (17/8) kemarin.
Kristo yang berada di tengah barisan itu langsung dipegangi oleh dua rekannya. Peristiwa itu terekam video dan viral di media sosial.
"Jadi awalnya saya biasa-biasa saja. Pada saat pengibaran saya mulai rasa pusing, tapi saya bertahan sampai Merah Putih sudah berkibar. Pada saat keluar, saya mulai tegang dan di situ saya sesak napas," kata Kristo kepada wartawan, Senin (18/8).
Beruntung saat itu, dua rekan Kristo di sebelah kanan dan kirinya sigap membantu. Mereka menggandeng Kristo hingga tugas tuntas.
"Untung teman di sebelah kiri dan kanan saya bisa membantu saya dan saya bisa bertahan sampai keluar lapangan," ucapnya.
Kristo mengaku ada rasa bangga saat dirinya dan teman-temannya berhasil menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih.
"Saya berasa bangga, meskipun saya sudah lemas dan tidak kuat di dalam barisan namun tetap bertahan. Tapi ada teman saya yang masih berusaha untuk menahan saya," ujarnya.
Dia merasa salut kepada kedua temannya, meskipun mereka kesusahan dalam berbaris. Namun mereka masih berusaha untuk menggandeng tangannya untuk sampai ke garis akhir bersama-sama.
