Pasok MBG, Peternakan Ayam Petelur di Sleman Beri Manfaat Ekonomi bagi Warga

26 November 2025 9:25 WIB
ยท
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasok MBG, Peternakan Ayam Petelur di Sleman Beri Manfaat Ekonomi bagi Warga
Tak hanya melayani masyarakat sekitar, peternakan ini juga kerap memasok telur untuk MBG.
kumparanNEWS
Idham Purnomo Hadi (30) warga yang bekerja di peternakan BUMKal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Idham Purnomo Hadi (30) warga yang bekerja di peternakan BUMKal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sebuah peternakan ayam petelur berdiri di tengah perkebunan di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Peternakan ini adalah salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Margomulyo.
Tak hanya melayani masyarakat sekitar, peternakan ini juga kerap memasok telur untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan.
Pada Kamis (20/11) pagi, kumparan berkesempatan mengunjungi peternakan ini. Total ada seribu ayam petelur di kandang. Pekerjanya tiga orang. Mereka adalah warga Margomulyo semua.
Salah satunya adalah Idham Purnomo Hadi (30 tahun). Dia pengurus BUMKal yang juga mengurusi peternakan ayam.
"Peternakan ini baru tiga bulan," kata Idham.
Dalam sehari, ayam-ayam di sini mampu menghasilkan rata-rata 45 kilogram atau tiga kotak telur.
Peternakan BUMKal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
MBG Dorong Ekonomi Lokal
Peternakan ini turut kecipratan rezeki Makan Bergizi Gratis. SPPG Margomulyo menjadikan peternakan ini sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan telur.
"Ada yang masuk ke sana (SPPG), ada yang sebagian ke masyarakat penjualannya," jelasnya.
Orderan telur dari SPPG memang tidak datang tiap hari. Ini karena menu MBG bervariatif tiap harinya. Namun, sekali order, SPPG bisa memborong sampai ratusan kilogram telur.
"Misal minggu ini butuh 90 kilogram, kita kirim 90 kilogram. Seminggu dua kali tapi langsung banyak," katanya.
Biasanya SPPG sudah pesan telur dari jauh-jauh hari. Sehingga peternakan bisa mengamankan stok terlebih dahulu.
"Kadang 100, kadang 200 kilogram," jelasnya.
Pengiriman sendiri dilakukan oleh unit usaha BUMKal di bidang suplier. Unit usaha inilah yang mengambil dan mengantarkan telur hingga ke SPPG. Sehingga peternakan hanya fokus pada kualitas telur.
"Kita fokus ke ternaknya sama menjual," jelasnya.
Salah satu keuntungan ketika dipesan SPPG adalah kepastian. Peternak tak perlu repot memikirkan pemasaran. Soal pembayaran pun selama ini lancar.
Hal ini sesuai dengan manfaat program MBG di sektor perekonomian daerah. UMKM yang terlibat menjadi lebih stabil karena adanya kepastian order secara berkelanjutan, sehingga mereka dapat merencanakan produksi dengan lebih matang. Dari sisi sosial, keberlangsungan usaha ini ikut menjaga lapangan kerja agar tetap bertahan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pangan dan pengolahan.
SPPG Margomulyo Rangkul Warga Sekitar
Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, mengatakan dari awal semangat SPPG ini adalah kebermanfaatan untuk masyarakat. Tidak hanya untuk siswa selaku penerima manfaat tetapi juga pada warga lingkungan sekitar.
"Terutama bagi teman-teman relawan. Karena relawan di SPPG Margomulyo, pekerjanya warga sekitar. Hampir 90 persen warga sekitar," kata Joni.
"Karena mitra SPPG ini adalah BUMKal jadi pemberdayaan masyarakat terasa begitu luar biasa. Karena dari telur dari BUMKal," bebernya.
Peternakan BUMKal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sampah Dapur SPPG Diolah Jadi Bio Solar Ramai Lingkungan
Limbah sampah sisa pengolahan MBG juga dimanfaatkan dengan baik oleh SPPG Margomulyo.
Pengolahan limbah ini menjadi bagian penting yang sejalan dengan prinsip MBG, yaitu tidak hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan seluruh proses memberikan dampak berkelanjutan. Dengan mengelola sisa bahan pangan secara tepat, lingkungan dapat mengurangi timbulan sampah dan memanfaatkannya kembali menjadi produk bernilai, seperti pakan ternak, kompos, atau bahan bakar ramah lingkungan. Upaya ini sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat desa.
SPPG Margomulyon mengolah sampah anorganik berkolaborasi dengan TPS3R di Murangan Sleman.
"Kita ubah sampah plastik, sisa masker segala macam itu menjadi bio solar ramah lingkungan," bebernya.
Sedangkan untuk sampah organik, SPPG ini bekerja sama dengan salah satu masjid di Sleman untuk diubah jadi pakan ternak, pupuk kompos, dan lain sebagainya.
"Di sini juga ada 17 sumur resapan yang kami sediakan untuk biopori. Dari penyiapan bahan bakunya kita kebermanfaatan, hingga sampai sisa sampahnya kita pikirkan tetap bermanfaat," bebernya.
Dengan begitu perputaran ekonomi di masyarakat juga terjadi dengan keberadaan SPPG.
"Bahan baku seluruh yang masuk di SPPG pemberdayaan hasil pertanian, peternakan yang dihimpun dari BUMKal masing-masing di Kapanewon Seyegan," katanya.
Peternakan BUMKal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Joni pun tak henti-hentinya mengingatkan mitra dalam hal ini BUMKal, peternak, dan petani agar senantiasa menjaga kualitasnya. Dia tak segan menolak, apabila yang dipasok bukan bahan berkualitas.
"Tidak hanya sekadar menerima barang. Misal telur, jadi kami sudah pikirkan kalau telur sampai ke kami ada bekas cucukan (patok) ayam kecil satu aja, kami pastikan akan kami kembalikan semua satu kotak. Kami ingin memastikan dan ingin memberikan edukasi jenengan (anda) mau suplai ke kami tolong pastikan bagus dan berkualitas," katanya.
Joni percaya, bahan baku yang berkualitas itu akan menghasilkan menu makanan yang berkualitas.
"Keuangan (pembayaran) lancar. Yang penting dikirim ke sana, nanti pencarian," bebernya.
Lurah: Tambah Ayam, Tambah Pekerja
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, mengatakan peternakan hadir gayung bersambut dengan diluncurkannya program MBG. Sehingga peternakan bisa turut sumbangsih di program tersebut.
"Memang ini secara kebetulan jadi kami Pemerintah Margomulyo alhamdulillah selalu sinergis. Ada kebijakan dari pemerintah terkait ketahanan pangan juga kebijakan pemerintah untuk Makan Bergizi Gratis. BUMKal kami yang semula belum berjalan yaitu unit usaha ayam telur dan harapan semula untuk suplai di dapur MBG," kata Eko.
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Peternakan ini dibangun di tanah kas desa dan menggunakan Dana Desa Rp 250 juta. Salah satu tujuan unit usaha ini adalah pemberdayaan masyarakat.
Ada harapan ketika semakin banyak SPPG di Sleman, peternakan ini bisa memasok lebih banyak lagi untuk MBG. Apalagi di tahun 2026 Eko merencanakan memperbanyak produksi peternakan ini.
"Biar tambah lagi. Tenaga kami tambah. Ke depan kalau sudah 2.500 (ayam) kami akan merekrut karyawan," katanya.
"Jadi kami arahan dari dinas koperasi itu memang kalau di lokal di wilayah sendiri masih tersisa bisa disalurkan ke MBG di wilayah yang lain," bebernya.
Selain itu limbah ayam ini akan diolah menjadi kompos. "Itu juga bisa untuk pemberdayaan masyarakat," katanya.
Eko menegaskan kualitas telur di peternakan ini selalu dijaga. Apalagi yang mengonsumsi adalah anak-anak di desa ini juga. Telur selalu segar.
"Kualitas selalu kita jaga. Telur selalu baru," katanya.
Trending Now