Paus Leo XIV Kritik Sentimen Antimuslim yang Berkembang di Eropa dan AS

3 Desember 2025 11:56 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paus Leo XIV Kritik Sentimen Antimuslim yang Berkembang di Eropa dan AS
Paus Leo XIV mengkritik aktivis yang mengobarkan ketakutan terhadap Islam di Eropa dan AS.
kumparanNEWS
Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus dalam perjalanan apostolik pertamanya di Beirut, Lebanon, Selasa (2/12/2025). Foto: Mohamed Azakir/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paus Leo XIV memimpin Misa Kudus dalam perjalanan apostolik pertamanya di Beirut, Lebanon, Selasa (2/12/2025). Foto: Mohamed Azakir/REUTERS
Paus Leo XIV mengkritik aktivis antiimigran yang mengobarkan ketakutan terhadap Islam dan menyatakan kerja sama antara umat Kristen dan Muslim di Lebanon harus jadi contoh untuk Eropa dan Amerika Serikat.
"Sentimen antimuslim sering kali dipicu oleh orang-orang yang menentang imigrasi dan berusaha menjauhkan orang-orang yang mungkin berasal dari negara lain, agama lain, suku lain," kata Paus Leo, dikutip dari AFP, Rabu (3/12).
Paus Leo mengatakan kunjungannya ke Lebanon bertujuan untuk menunjukkan bahwa dialog dan persahabatan antara umat Muslim dan Kristen bisa dilakukan.
Paus Leo mengatakan, cerita yang dia dengar selama perjalanan tentang umat Kristen dan Muslim membantu sama lain merupakan sebuah pelajaran.
"Pelajaran bahwa kita seharusnya mengurangi rasa takut," ujarnya.
Paus Leo yang lahir di AS menghabiskan dua dekade di Peru sebagai misionaris di Ordo Agustinian. Dia mengkritik sentimen nasionalis yang berkembang di Eropa dan AS, dan menyerukan diakhirinya perlakuan tidak manusiawi terhadap imigran di pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Dia juga mendesak umat menolak pola pikir eksklusif yang menurutnya telah memicu nasionalisme di seluruh dunia. Menurut Paus Leo, gereja Katolik harus membuka batas antar bangsa dan meruntuhkan penghalang antara kelas dan ras.
Trending Now