Pedagang Barito Tinjau Lokasi Relokasi di LA: Kok Begini? Gimana Mau Jualannya?
4 Agustus 2025 11:27 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Pedagang Barito Tinjau Lokasi Relokasi di LA: Kok Begini? Gimana Mau Jualannya?
Para pedagang menemukan fakta bahwa tempat relokasi mereka jauh dari kata siap. Tempat itu hanya berupa lahan kosong.kumparanNEWS

Para pedagang Pasar Hewan Barito di Jalan Barito I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku telah melakukan survei ke lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat relokasi di kawasan Lenteng Agung (LA) โjuga masih di kota yang sama.
Namun, mereka justru menemukan bahwa lokasi tersebut belum layak digunakan untuk berdagang karena hanya berupa tanah kosong.
Yuli (45), pedagang makanan dan hewan peliharaan yang telah berjualan di Pasar Barito sejak 2004, mengatakan bahwa lokasi relokasi tersebut tidak sesuai harapan.
Ia menyebut belum ada bangunan atau fasilitas yang bisa digunakan para pedagang.
Dari foto yang diterima kumparan, tampak lahan kosong itu berdiri tak jauh dari Stasiun Lenteng Agung. Terlihat rerumputan liar dan bekas bakaran sampah memenuhi lahan kosong tersebut. Ada bekas bangunan yang dicorat-coret. Sementara sampah berserakan di sana.
โSaya sudah survei ke sana, ternyata itu masih tanah kosong. Dan kemarin sih kelihatan kayak jurang itu, dah. Jadi, ya, pokoknya deket stasiun Lenteng Agung tuh sebelah,โ kata Yuli saat ditemui di Pasar Barito, Senin (4/8).
โKok kayak begini? Gimana mau jualannya?โ tanya Yuli.
Pasar Hewan Barito terletak di Jalan Barito I, dekat Taman Langsat dan Taman Ayodaya. Di pasar itu dijual aneka hewan peliharaan, mulai kucing, kelinci, hingga burung bersama pakannya, tanaman hias, hingga buah-buahan. Para pedagang hendak direlokasi ke LA karena akan ada integrasi tiga taman di kawasan Blok M yang ramai itu.
Lokasi Baru Harusnya Siap Digunakan
Lebih lanjut, Yuli menilai proses relokasi seharusnya dilakukan ke tempat yang sudah siap digunakan. Menurutnya, jika relokasi dilakukan dalam kondisi saat ini, justru akan menyulitkan pedagang, terutama karena banyak dari mereka menjual barang-barang dan hewan hidup.
โKalau menurut saya, namanya relokasi itu kan harusnya sudah ada tempat, ya. Sedangkan ini tidak ada tempat yang bisa kita tempatin. Pedagang juga kasihan, mau naroh di mana barang-barangnya, mau dagang di mana. Hewan-hewan juga kan harus kita kasih makan,โ ujarnya.
Yuli juga menyebut, hingga kini belum ada surat pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah mengenai pemindahan tersebut.
โBelum ada, sih. Belum ada suratnya,โ ucapnya.
Bersama sejumlah pedagang lain, Yuli sudah beberapa kali meninjau lokasi Lenteng Agung pascasosialisasi pada 18 Juli lalu. Namun kondisi lahan yang belum siap dan minim fasilitas membuat mereka mempertanyakan rencana tersebut.
โKalau nunggu, kan, kita nggak tahu berapa lama. Sedangkan kita harus nyusongin (mengosongkan lokasi lama). Mereka sedangkan surat nggak ada, kan ya? Kalau ada surat, kejelasan SK-nya, tanggal sekian dibangun, insyaallah 3 atau sampai 6 bulan selesai, tanggal sekian kita direlokasi. Nah, itu kan jelas, ya,โ ungkapnya.
Sebelumnya, para pedagang sempat mendapat informasi bahwa mereka akan dipindah ke kawasan Pasar Jaya, Mampang, Jaksel. Namun, tempat tersebut dinilai tidak strategis dan tidak memadai.
โNaik tangganya, nggak kuat, tuh. Kita kalau [jual] makanan kucing kan 20 kilo, pasir [berat]. Ngangkatnya bagaimana? Kalau barang datang juga susah. Ya Allah, bener-bener,โ keluh Yuli.
Yuli juga menyampaikan, pasar Barito tersebut sudah sempat direvitalisasi dua tahun lalu. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pembongkaran kembali untuk relokasi.
Sebagai bentuk solusi, Yuli bersama pedagang lain juga telah mengusulkan agar sebagian kios dibuka untuk akses taman, alih-alih seluruh pedagang dipindahkan.
โKita udah ngomong, kalau misalnya kios satu dua diilangin buat akses jalan ke taman gak apa-apa. Kan, kuliner enak bisa sekalian makan. Orang ke taman olahraga, kan enak. Kalau sepi mah gimana?โ tanya dia.
Para pedagang menyatakan tidak menolak relokasi, namun berharap ada kejelasan, kesiapan fasilitas, dan musyawarah yang adil sebelum dipindahkan dari tempat mereka menggantungkan hidup selama puluhan tahun.
Relokasi untuk Penggabungan 3 Taman
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pedagang Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pindah pada Minggu (3/8).
Pemindahan dilakukan menyusul rencana penggabungan tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Pembangunan akan ditandai dengan groundbreaking pada Jumat (8/8).
Ketiga taman yang terletak di kawasan Blok M ini akan diberi nama Taman Bendera Pusaka.
โJadi seperti yang saya sampaikan ketika pemerintah Jakarta sudah memutuskan dan kami mempersilakan Wali Kota Jakarta Selatan dan jajarannya sudah melakukan sosialisasi. Sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Tanggal 3 (Agustus) ini adalah batas terakhir dan kami akan dalam waktu dekat menyelenggarakan groundbreaking,โ kata Pramono di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (4/8).
