Pelajar di Nias Akhiri Hidup Diduga Berselisih soal Motor untuk Sekolah

6 Agustus 2025 14:28 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelajar di Nias Akhiri Hidup Diduga Berselisih soal Motor untuk Sekolah
Seorang pelajar wanita di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumut, inisial ETA (15 tahun), ditemukan tewas gantung diri di pekarangan rumahnya, Selasa (5/8) kemarin.
kumparanNEWS
Catatan Redaksi: Bijaksanalah membaca berita ini. Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan!
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
Seorang pelajar putri berusia 15 tahun di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumut, mengakhiri hidup di pekarangan rumahnya, Selasa (5/8) kemarin.
“Korban tergantung di pohon jambu yang berada di belakang rumahnya,” kata Kapolres Nias AKBP Agung pada Rabu (6/8).
Agung mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, korban diketahui menjalani aktivitas seperti biasa sebelum kejadian.
“Korban masih sempat mencuci piring, masak, bahkan sempat mandi dan mengenakan seragam,” kata Agung.
“Namun sekitar pukul 07.00 WIB korban menyampaikan kepada ibunya, SH, bahwa ia tidak jadi sekolah karena sudah terlambat. Korban lalu masuk kamar, kemudian pukul 08.00 WIB ditemukan sudah tergantung,” jelasnya.

Selisih Paham dengan Orang Tua

Kasi Humas Polres Nias Aipda Motivasi Gea menambahkan, berdasarkan keterangan orang tua korban, korban pernah meminta dibelikan motor. Namun, tidak dipenuhi dan terjadi selisih paham.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban pernah meminta kendaraan ke ibu karena jarak dari rumah ke sekolah sekitar 3 km,” kata Motivasi.
“Jadi pernah selisih paham. Selama ini korban berjalan kaki ke sekolah, karena nggak ada di perkampungan seperti itu (transportasi umum),” jelasnya.
Trending Now