Pelaku Penembakan Pantai Bondi Warga Negara India

16 Desember 2025 12:15 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku Penembakan Pantai Bondi Warga Negara India
Salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pekan lalu memegang kewarganegaraan India.
kumparanNEWS
Petugas forensik memeriksa tubuh korban di lokasi penembakan saat perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australia, Senin (15/12/2025). Foto: Dean Lewins/AAP/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas forensik memeriksa tubuh korban di lokasi penembakan saat perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australia, Senin (15/12/2025). Foto: Dean Lewins/AAP/via REUTERS
Salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pekan lalu memegang kewarganegaraan India. Peristiwa tersebut menewaskan 16 orang β€” termasuk pelaku β€” dan melukai puluhan lainnya.
Informasi mengenai kewarganegaraan Sajid Akram disampaikan Departemen Imigrasi Filipina pada Selasa (16/12). Sajid dan anaknya, Naveed, diketahui sempat berada di Filipina sepanjang November, tepat sebelum penembakan di Bondi terjadi.
Menurut keterangan juru bicara Imigrasi Filipina, Dana Sandoval, Sajid dan Naveed tiba di Filipina pada 1 November 2025. Keduanya kemudian menuju Davao di wilayah selatan sebagai destinasi utama.
β€œSajid Akram, 50 tahun, warga negara India, dan Naveed Akram, 24 tahun, warga negara Australia, tiba di Filipina bersama-sama pada 1 November 2025 dari Sydney, Australia,” ujar Sandoval, seperti dikutip dari AFP.
Sajid diketahui tewas usai melakukan penembakan massal tersebut. Sementara itu, Naveed masih menjalani perawatan dalam kondisi koma.
Penembakan massal tersebut terjadi saat Pantai Bondi dipenuhi warga yang tengah merayakan hari raya Yahudi, Hanukkah. Peristiwa berdarah itu menjadi salah satu kejadian penembakan paling mematikan dalam sejarah Australia.
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengungkapkan bahwa pelaku penembakan di Pantai Bondi terpapar ideologi ISIS.
β€œTampaknya tindakan ini dimotivasi oleh ideologi ISIS,” kata Albanese kepada stasiun televisi nasional ABC.
Trending Now