Pemda DIY Beberkan 3 Kawasan Wisata Potensi Rawan Tanah Longsor
9 Desember 2025 21:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pemda DIY Beberkan 3 Kawasan Wisata Potensi Rawan Tanah Longsor
Dinas Pariwisata DIY menyampaikan ada tiga kawasan wisata di DIY yang mempunyai potensi rawan longsor.kumparanNEWS

Dinas Pariwisata DIY menyampaikan ada tiga kawasan wisata di DIY yang mempunyai potensi rawan longsor.
Ketiganya adalah Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk-Imogiri.
"Berdasarkan hasil olahan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terdapat tiga kawasan wisata yang mempunyai potensi rawan tanah longsor, yaitu Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk-Imogiri," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi dalam keterangannya, Selasa (9/12).
Meski begitu, berdasarkan data sejak 2023 peristiwa longsor hanya terjadi di area parkir Tebing Breksi.
"Selebihnya kejadian longsor tidak secara spesifik terjadi di destinasi wisata sehingga tidak berdampak kepada operasionalisasi destinasi," katanya.
"Namun demikian, kejadian longsor di beberapa daerah juga berdampak pada kerusakan infrastruktur, khususnya jalan, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya akses," ujarnya.
Imam menjelaskan tanah longsor merupakan fenomena alam yang tak bisa diprediksi. Maka dari itu, pemetaan kawasan potensi rawan longsor adalah prosedur standar sebagai upaya mitigasi bencana.
Tak Ada Penutupan Destinasi Wisata
Imam menuturkan sampai saat ini belum ada destinasi wisata yang ditutup.
"Dinas Pariwisata DIY menekankan bahwa semua destinasi di kawasan berpotensi bencana tetap aman untuk dikunjungi dan aktivitas wisata dapat dilakukan seperti biasa," katanya.
Namun pengawasan kondisi destinasi wisata tetap dilakukan secara intensif melibatkan dinas pariwisata kabupaten kota, BPBD, Satpol PP, TNI, Polri, dan pengelola destinasi hingga masyarakat setempat.
Langkah mitigasi dilakukan untuk menyambut wisatawan di akhir tahun ini. Mulai dari ketersediaan rambu penunjuk arah, rambu peringatan, dan memastikan bahwa peralatan keamanan dan keselamatan berfungsi baik.
"Melakukan pengawasan bersama Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk memastikan pelaksanaan operasional oleh pelaku usaha sesuai dengan SOP yang berlaku. Memantau kondisi cuaca di destinasi wisata secara real-time dengan memanfaatkan kamera CCTV," ujarnya.
Prakiraan cuaca dari BMKG juga terus dilakukan secara berkala. Informasi juga dapat diakses di kanal informasi JITV.
"Upaya mitigasi dan penanganan bencana terus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi intensif antar pihak terkait untuk menjamin wisatawan dapat melakukan kegiatan wisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan," pungkasnya.
