Pemimpin Demo Gen Z di Nepal, Sudan Gurung, Akan Maju Pemilu Maret 2026
29 September 2025 14:41 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Pemimpin Demo Gen Z di Nepal, Sudan Gurung, Akan Maju Pemilu Maret 2026
Pemimpin demo Gen Z di Nepal, Sudan Gurung, menyatakan akan mencalonkan diri dalam pemilu Maret 2026. kumparanNEWS

Demo Gen Z yang berakhir ricuh di Nepal telah berakhir, dan pemerintahan kembali berjalan di bawah pimpinan PM Nepal Sushila Karki yang menjalankan pemerintah sementara hingga pemilu Maret 2026.
Tokoh sentral sekaligus pemimpin demo Gen Z, Sudan Gurung, menyatakan akan mencalonkan diri dalam pemilu Maret 2026. Ia mengatakan gerakannya akan berjuang hingga akhir untuk membangun pemerintahan rakyat.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Sudan yang merupakan pendiri organisasi Hami Nepal mengatakan kelompoknya telah memobilisasi pendukung di seluruh negeri untuk membentuk sebuah gerakan untuk perubahan alih-alih partai politik tradisional.
"Mereka telah menyeret kami ke politik," katanya tentang pemerintahan sebelumnya yang diisi politisi egois dan korup, Senin (29/9).
"Jika mereka menginginkan politik, itulah yang akan mereka dapatkan. Kami akan mencalonkan diri untuk pemilu selanjutnya karena kami tidak akan mundur sekarang," lanjutnya.
Sudan menjadi wajah gelombang protes akar rumput yang dimotori Gen Z. Demonstrasi meletus setelah pemerintah memblokir platforrm media sosial seperti Facebook, X dan Youtube, dengan alasan perusahaan tersebut gagal mendaftar dan tunduk pada pengawasan pemerintah.
Aksi protes kemudian meluas menjadi ketidakpuasan yang lebih luas, dipicu oleh kemarahan atas dugaan korupsi, kekerasan negara, dan impunitas. Demo kemudian berubah menjadi duka, karena puluhan demonstran tewas dan ribuan orang terluka.
Sudan percaya gerakannya siap untuk memerintah, dengan para relawan membentuk komite hukum dan komunikasi serta mengumpulkan tuntutan kebijakan dari berbagai belahan negara lewat platform seperti Discord dan Instagram. Dia juga mengatakan timnya bekerja untuk memastikan setiap suara rakyat Nepal didengar.
Sudan juga menyatakan tidak akan mendaftar sebagai kandidat independen. Ia berencana untuk mendaftar sebagai sebuah kelompok.
"Jika saya mencalonkan diri sebagai kandidat independen, kita tidak akan memiliki kekuatan pemuda ini. Bersama kita lebih kuat," ungkapnya.
Gerakan Sudan berjanji untuk menjalankan agenda yang luas, tidak hanya antikorupsi. Sudan berencana untuk meningkatkan sektor pariwisata Nepal, memperkuat hubungan dengan India dan China tanpa intervensi eksternal.
"Kita perlu menghormati mereka, mereka perlu menghormati kita," ujarnya.
Sudan juga mengatakan tidak ingin melihat tokoh politik lama ikut serta dalam pemilu mendatang, dan mendesak PM Karki untuk mempercepat investigasi korupsi dan pembunuhan demonstran.
"Kami akan memastikan investigasi dilakukan dengan benar, tepat waktu, sehingga mereka tidak akan berpartisipasi (dalam pemilu)." lanjutnya.
Sudan kemudian ditanya apakah ingin menjadi perdana menteri. Dia kemudian menjawab: "Saya tidak akan mengatakan bahwa saya orang yang tepat saat ini. Tapi jika orang-orang memilih saya, saya pasti akan akan mencalonkan diri," ungkapnya.
Sementara soal upaya untuk membungkamnya, dia mengatakan banyak orang yang mencoba menurunkan motivasinya, mencoba mengikutinya, bahkan mencoba menakutinya. Meski demikian, dia tetap akan menantang.
"Saya tidak takut. Membunuh saya tidak berarti apa-apa. Saya harus menyelamatkan bangsa saya, sekarang atau tidak sama sekali," pungkasnya.
