Pemkot Yogya Tak Kirim Siswa 'Nakal' ke Barak: Utamakan Pendekatan Kausatif
5 Juni 2025 13:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pemkot Yogya Tak Kirim Siswa 'Nakal' ke Barak: Utamakan Pendekatan Kausatif
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan kausatif dalam menangani siswa nakal.kumparanNEWS

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogya) tak akan melakukan program pengiriman siswa 'nakal' ke barak militer seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan kausatif.
"Saya dokter jadi saya diciptakan, di-mindset saya itu jadinya mindset kausatif, jadi penyebab utamanya itu apa, bukan simtomatik," kata Hasto ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (5/6).
Dia mencontohkan, ketika mendapatkan pasien anak yang panas, maka Hasto tak langsung memberikan parasetamol. Tetapi lebih dahulu mencari penyebab panas tersebut.
Hal serupa pula yang akan diterapkan pada pendidikan anak.
"Saya alirannya kausatif, ya. Jadi kalau ada anak nakal itu, mestinya dia, kalau sekarang di treatment dengan simtomatis tadi langsung dia suruh siap, suruh tegap. Iya, siap, ya tegap juga. Tapi, saya khawatir juga setelah ini sudah tidak disiapkan lagi, dia, ya kembali ke seperti semula. Kecuali kalau pendidikannya full di situ," katanya.
"Kalau kami misalkan pemikiran membangun karakter itu kan dengan tim khusus, kemudian pendampingan, coach, gitu. Karena masing-masing anak yang karakternya berbeda-beda itu sering ada mental disorder atau toxic people yang sebabnya beda-beda," tuturnya.
Misalnya ada satu anak depresi yakni tak semangat atau ada keinginan mengakhiri hidup. Jika didiagnosa depresi lalu digembleng segala macam maka dikhawatirkan malah menambah depresi si anak.
"Tapi orang yang depresi ini ya, kalau kita temukan dengan dokter jiwa, kemudian psikolog, pertama-tama kasih anti-depresan, setelah itu diurai permasalahannya. Kemudian akhirnya diberikan satu treatment sesuai dengan sebabnya," jelasnya.
Contoh lain, bila ada anak yang mengalami waham yaitu isi pikiran yang tidak bisa dikoreksi orang lain.
"Waham itu isi pikiran yang tidak bisa dikoreksi, gitu. Kalau dia dipaksa untuk tidak begitu ya bisa aja. Tapi penyakit wahamnya kan masih ada itu. Makanya sebetulnya terapi kausatif lebih menjadi keyakinan saya," pungkasnya.
