Pemprov DKI Mulai Bongkar Tiang Monorel di Rasuna Said, Target Rampung September

14 Januari 2026 10:51 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemprov DKI Mulai Bongkar Tiang Monorel di Rasuna Said, Target Rampung September
Pemprov DKI Jakarta memulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di sekitar Stasiun LRT Setiabudi sisi Timur pada Rabu (14/1).
kumparanNEWS
Petugas mulai membongkar tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mulai membongkar tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di sekitar Stasiun LRT Setiabudi sisi Timur pada Rabu (14/1).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan ada 109 tiang monorel yang akan dibongkar. Dengan pembongkaran, ia berharap kemacetan dapat berkurang.
β€œAda 109 tiang monorel sampai ujung Jalan Rasuna Said. Yang di jalan ini sampai dengan Gran Melia Hotel. Semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata dia saat meninjau lokasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proses pemotongan tiang monorel tersebut pada Rabu (14/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pramono mengatakan, pihaknya menargetkan pembongkaran dengan total anggaran Rp 254 juta ini rampung pada September 2026.
β€œUntuk biaya pembongkarannya sendiri 254 juta. (Selesai) bulan September,” ujarnya.
Tak hanya membongkar tiang-tiang monorel, Pramono menyebut pihaknya juga akan menata kawasan sekitar.
β€œUntuk penataan secara keseluruhan nanti ada pedestrian, saluran trotoar, penerangan jalan umum, sarana kelengkapan lainnya, dan juga tentunya estetika dari taman yang ada. Diperkirakan Rp 102 miliar,” sambung dia.
Momen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memegang tiang monorel usai pengelasan di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu pagi (14/1/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Hadir pula Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Gubernur DKI Jakarta 2007-2012 Sutiyoso (Bang Yos), Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Patris Yusrian Jaya, dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol Bachtiar Ujang Purnama.
β€œSecara khusus saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan support sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK,” ucap Pramono.
β€œKarena pada waktu itu, secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK, supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tambahnya.

Sejarah Singkat Tiang Monorel di Kuningan

Momen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi mantan Gubernur Sutiyoso memegang tiang monorel usai pengelasan di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu pagi (14/1/2026). Foto: Amira Nada/kumparan
Tiang monorel di kawasan Kuningan, Jaksel, dibangun di era Gubernur Sutiyoso pada 2004. Proyek ambisius ini awalnya digadang-gadang sebagai solusi kemacetan di kawasan pusat bisnis segitiga emas.
Tapi pembangunannya kemudian terhenti, menyisakan tiang-tiang monorel mangkrak yang mempersempit jalan dan mengganggu keindahan kota.
Kegagalan proyek ini dipicu oleh kompleksitas masalah internal, mulai dari krisis pendanaan yang dialami pengembang hingga sengketa kontrak yang berkepanjangan antara PT Jakarta Monorail dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kendaraan melintas di samping tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/1/2026). Foto: Ika Maryani/ANTARA FOTO
Seiring pergantian kepemimpinan gubernur dari masa ke masa, kebijakan terkait kelanjutan moda transportasi ini terus berubah-ubah tanpa kepastian. Hingga akhirnya Gubernur Ahok pada 2015 secara resmi memutus kontrak dengan PT Jakarta Monorail (PT JM).
Dalam perjalanan waktu, Pemprov DKI Jakarta akhirnya memutuskan bahwa teknologi LRT (Light Rail Transit) jauh lebih efisien dan memiliki kapasitas angkut yang lebih besar dibandingkan monorel.
Setelah belasan tahun berdiri, tiang-tiang monorel di Kuningan dan sekitarnya dicabut oleh Gubernur Pramono Anung mulai hari ini.
Trending Now