Pemprov DKI Pasang PLTS Atap di Fasilitas Publik, Hemat Listrik Rp 58 Juta/Tahun
19 Agustus 2025 20:21 WIB
·
waktu baca 4 menit
Pemprov DKI Pasang PLTS Atap di Fasilitas Publik, Hemat Listrik Rp 58 Juta/Tahun
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi telah membangun PLTS Atap sebanyak 20 lokasi yang tersebar di Jakarta sejak tahun 2023.kumparanNEWS

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas publik.
Program ini bertujuan menekan emisi karbon sekaligus mengurangi beban biaya listrik gedung pemerintah. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi sektor swasta dan masyarakat dalam penggunaan energi bersih.
Syaripudin menjelaskan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi telah membangun PLTS Atap sebanyak 20 lokasi yang tersebar di Jakarta sejak tahun 2023.
Pemasangan ini dilakukan di puskesmas, kantor kecamatan, hingga gelanggang olahraga sebagai bagian dari strategi meningkatkan kemandirian energi.
“Pada tahun 2023, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada 20 lokasi layanan publik yang meliputi puskesmas, kantor kecamatan, gedung SKPD, dan gelanggang olahraga,” jelas Syaripudin saat dihubungi kumparan, Selasa (19/8).
Ia menyebut, hal ini dilakukan untuk mendorong pengimplementasian energi baru terbarukan hingga mengurangi beban biaya.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan, menekan emisi karbon, serta mengurangi beban biaya listrik gedung pemerintah,” ujar Syaripudin.
Total daya PLTS yang dibangun mencapai 590 kWp (kilowatt peak), terdiri dari 2 unit berkapasitas 25 kWp dan 18 unit berkapasitas 30 kWp. Dengan potensi produksi energi surya di Jakarta sebesar 1.350 kWh/kWp/tahun, seluruh PLTS ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 796.500 kWh per tahun.
Syaripudin menambahkan, potensi produksi listrik tersebut juga dapat menghemat biaya operasional gedung pemerintah secara signifikan.
PLTS 25 KW diperkirakan menghasilkan ± 33.750 kWh/tahun dengan penghematan biaya sekitar ± Rp 48,7 juta per tahun, sedangkan PLTS 30 kWp dapat menghasilkan ± 40.500 kWh/tahun dengan penghematan Rp 58,5 juta per tahun.
“Apabila dikonversikan dengan tarif listrik R1 nonsubsidi (Rp 1.444,7/kWh), maka potensi produksi untuk PLTS 25 KW sekitar ± 33.750 kWh/tahun dengan penghematan biaya listrik: ± Rp 48,7 juta per tahun dan potensi produksi listrik PLTS 30 KW sekitar ± 40.500 kWh/tahun dengan penghematan biaya listrik Rp 58,5 juta per tahun,” jelas Syaripudin.
Syaripudin kemudian menerangkan pembangunan PLTS 2023 mencakup puskesmas, kantor kecamatan, dan fasilitas olahraga di lima wilayah Jakarta, sehingga pemanfaatan energi surya dapat dirasakan merata di seluruh kota.
Berikut beberapa lokasi PLTS yang telah direalisasikan pada tahun 2023 di Jakarta:
• Jakarta Timur: Puskesmas Kecamatan Ciracas, Pasar Rebo, Makassar; Kantor Kecamatan Pasar Rebo; GOR Rawamangun
• Jakarta Utara: Kantor Kecamatan Penjaringan; Puskesmas Kecamatan Tj. Priok, Penjaringan, Cilincing, Koja; GOR Remaja Kecamatan Tanjung Priok
• Jakarta Barat: Puskesmas Kecamatan Tambora, Cengkareng
• Jakarta Pusat: Puskesmas Kecamatan Sawah Besar; Perpustakaan dan Arsip Jakarta Pusat; Kantor DPPAPP
• Jakarta Selatan: Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Setiabudi; Pusat Pelatihan Olahraga; DPMPTSP
Syaripudin menerangkan untuk tahun 2025, pembangunan PLTS dilanjutkan di 22 lokasi baru dengan total kapasitas 575 kWp, mencakup sekolah dan fasilitas publik yang strategis. Beberapa lokasi masih dalam tahap pemasangan.
“Pada Tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi membangun PLTS di 22 lokasi dengan total kapasitas 575 kWp,” ungkap Syaripudin.
“Saat ini masih dalam tahap pekerjaan atau pemasangan PLTS di beberapa lokasi, misalnya di SDN Kalibata 11, SMKN 29, SDN Petukangan Selatan 01/02, SDN Grogol Utara 09,” tambahnya.
Syaripudin juga menjelaskan telah dipasang PLTS Atap di Jakarta International Stadium dan di Gedung Balaikota Blok G.
“Stadion JIS sudah dipasang PLTS Atap dengan total kapasitas 367 kWp dengan anggaran swasta (Non APBD). Begitupun dengan Gedung Balaikota Kota Blok G dengan kapasitas 192 kWp yang sudah terpasang sejak tahun 2013 oleh anggaran Dinas Perumahan dan Gedung Pemda,” pungkasnya.
Berikut beberapa lokasi pembangunan PLTS Atap di Jakarta pada tahun 2025:
• Jakarta Pusat: SMPN 205, SMPN 8, SDN Kampung Rawa 01, SMPN 39
• Jakarta Selatan: SDN Pejaten Timur 01, SDN Kalibata 11, SMKN 29, SDN Grogol Utara 09, SDN Petukangan Selatan 01/02, SMPN 175
• Jakarta Timur: SMPN 172, Gelanggang Remaja Kecamatan Pulo Gadung, Gedung KNPI, Puskesmas Kecamatan Matraman, Puskesmas Kecamatan Pulogadung
• Jakarta Utara: SMPN 112, SMPN 244, SDN Semper Barat 09/10, SDN Rawa Badak Selatan 01, SDN Pademangan Timur 05/06, Gor Bahtera Jaya
