Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Ternyata Hanya Penjahat Kelas Teri

3 November 2025 18:09 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Ternyata Hanya Penjahat Kelas Teri
Pencurian perhiasan senilai USD 102 juta di Museum Louvre, Paris, pada bulan lalu ternyata dilakukan oleh penjahat kelas teri.
kumparanNEWS
Petugas forensik kepolisian memeriksa jendela yang dibobol dalam aksi perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025). Foto: Gonzalo Fuentes/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas forensik kepolisian memeriksa jendela yang dibobol dalam aksi perampokan di Museum Louvre, Paris, Prancis, Minggu (19/10/2025). Foto: Gonzalo Fuentes/Reuters
Pencurian perhiasan senilai USD 102 juta di Museum Louvre, Paris, pada bulan lalu ternyata dilakukan oleh penjahat kelas teri. Keterangan itu disampaikan jaksa di Paris pada Minggu (2/11).
Mereka menemukan bukti bahwa pencurian selama tujuh menit di Louvre bukan dilakukan oleh organisasi kriminal internasional.
Saat ini sudah tiga dari empat tersangka pencurian ditangkap. Namun, perhiasan dari zaman Kaisar Napoleon tersebut masih hilang.
Perhiasan di Louvre museum. Foto: Stephane De Sakutin/AFP
Menurut Jaksa Paris, Laure Beccuau, seluruh pelaku pencurian berasal dari wilayah pinggiran utara Ibu Kota. Kawasan itu dikenal sebagai lingkungan keras dengan penduduk berpenghasilan rendah.
β€œIni bukan kenakalan sehari-hari, tetapi jenis kejahatan yang biasanya tidak kita kaitkan dengan jaringan kriminal tingkat atas,” kata Laure Beccuau seperti dikutip dari Reuters.
Petugas kepolisian Prancis berdiri di samping lift barang yang digunakan oleh para perampok untuk masuk ke Museum Louvre di Quai Francois Mitterrand, Paris, Minggu (19/10/2025). Foto: Dimitar Dilkoff/AFP
Ia menambahkan, hasil investigasi menunjukkan seluruh pelaku sama sekali tidak terkait dengan organisasi kriminal, yang biasanya mencuri dengan metode kompleks.
β€œMereka pastinya warga lokal. Mereka seluruhnya tinggal di Seine-Saint-Denis,” sambung Beccuau.
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan, satu pelaku yang masih buron diduga kuat sebagai otak pencurian di siang bolong itu.
Trending Now