Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Ternyata Hanya Penjahat Kelas Teri
3 November 2025 18:09 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Ternyata Hanya Penjahat Kelas Teri
Pencurian perhiasan senilai USD 102 juta di Museum Louvre, Paris, pada bulan lalu ternyata dilakukan oleh penjahat kelas teri. kumparanNEWS

Pencurian perhiasan senilai USD 102 juta di Museum Louvre, Paris, pada bulan lalu ternyata dilakukan oleh penjahat kelas teri. Keterangan itu disampaikan jaksa di Paris pada Minggu (2/11).
Mereka menemukan bukti bahwa pencurian selama tujuh menit di Louvre bukan dilakukan oleh organisasi kriminal internasional.
Saat ini sudah tiga dari empat tersangka pencurian ditangkap. Namun, perhiasan dari zaman Kaisar Napoleon tersebut masih hilang.
Menurut Jaksa Paris, Laure Beccuau, seluruh pelaku pencurian berasal dari wilayah pinggiran utara Ibu Kota. Kawasan itu dikenal sebagai lingkungan keras dengan penduduk berpenghasilan rendah.
βIni bukan kenakalan sehari-hari, tetapi jenis kejahatan yang biasanya tidak kita kaitkan dengan jaringan kriminal tingkat atas,β kata Laure Beccuau seperti dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, hasil investigasi menunjukkan seluruh pelaku sama sekali tidak terkait dengan organisasi kriminal, yang biasanya mencuri dengan metode kompleks.
βMereka pastinya warga lokal. Mereka seluruhnya tinggal di Seine-Saint-Denis,β sambung Beccuau.
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan, satu pelaku yang masih buron diduga kuat sebagai otak pencurian di siang bolong itu.
