Peneliti BRIN Ungkap Fakta Komet 'Doomsday': Isu Alien-Ukurannya 5 Kali Jupiter
4 November 2025 19:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Peneliti BRIN Ungkap Fakta Komet 'Doomsday': Isu Alien-Ukurannya 5 Kali Jupiter
BRIN menjelaskan, komet biasa berasal dari tata surya kita dan mengorbit matahari. Namun 'komet doomsday' berbeda, kecepatannya sekitar 215.000 km/jam dan dpat diamati dari bumi. kumparanNEWS

Komet raksasa dengan kode 3I/ATLAS ramai dibicarakan akan dalam posisi terdekat dengan bumi akhir tahun ini. Peneliti astronomi dari BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, mengatakan, komet itu berasal dari luar tata surya.
"Orbitnya hiperbolik, beda dengan kebanyakan komet yang orbitnya elips. Kode "3" bermakna objek ke-3 yang ditemukan. Kode "I" (i) bermakna "interstellar" (ruang antar-bintang, di luar tata surya)," kata Thomas dalam keterangannya, Selasa (4/11).
ATLAS adalah teleskop pemantau asteroid yang pertama menemukannya. Komet ini tampak mempunyai kepala (disebut "koma") yang terdiri dari debu dan gas. Ukuran koma sekitar 25.000 km, sekitar 2 kali diameter bumi.
Oleh karenanya ada peneliti yang juga menjulukinya sebagai komet 'doomsday' atau komet hari kiamat. Sebab, dia mengeluarkan karbondioksida dengan ukuran setara 5 kali jupiter.
Namun soal ini, Thomas punya penjelasan. Thomas menegaskan, kehadirannya tidak berbahaya bagi makhluk bumi.
"Ukuran intinya berupa es padat ditaksir berukuran sekitar belasan km. Komet ini berasal dari sistem planet di bintang di bidang galaksi Bimasakti. Ditaksir umurnya sekitar 7 miliar tahun, lebih tua dari umur tata surya kita (4,5 miliar tahun)," ungkap dia.
"Tidak berbahaya kepada bumi atau planet-planet lainnya di tata surya," ungkapnya.
Ia menjelaskan, komet biasa berasal dari tata surya kita dan mengorbit matahari. Namun 'komet doomsday' berbeda, kecepatannya sekitar 215.000 km/jam dan dapat diamati dari bumi.
"Namun selama Oktober-November berada di arah matahari sehingga tidak bisa teramati. Desember baru bisa diamati lagi sebelum makin redup karena menjauh," tuturnya.
Ukuran 5 Kali Jupiter dan Isu Alien
Thomas menambahkan, keunikan 3I/Atlas adalah ukurannya yang sangat besar. Estimasi terakhir bahkan menyebutkan kepala komet yang terdiri dari gas karbondioksida diameternya sekitar 700.000 km.
"Sekitar setengah diameter matahari atau sekitar 5 kali diameter planet raksasa Jupiter," jelas dia.
Pada saat mencapai perihelion, komet mengalami pemanasan maksimum. Diharapkan ada karakteristik fisik lain yang ditampilkan komet 3I/ATLAS pasca melewati perihelion.
"Tidak ada pertanda khusus, selain nilai ilmiah terkait objek interstellar yang berbeda dengan objek tata surya," katanya.
"Astronom tidak akan berspekulasi tentang objek langit di luar interpretasi fisis hasil observasi: objek 3I/ATLAS adalah komet raksasa dari luar tata surya, bukan wahana alien," tutup Thomas.
