Pengakuan Danki Dengar Teriakan Prada Lucky Minta Ampun

12 November 2025 18:02 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengakuan Danki Dengar Teriakan Prada Lucky Minta Ampun
"Kami dengar suara bilang minta ampun. Saat kami masuk, kami melihat almarhum dicambuk-cambuk oleh Pratu Alan menggunakan selang," kata Lettu Inf Rahmat.
kumparanNEWS
Komandan Kompi (Danki) C Yonif TP 834/Wakanga Mere Nagekeo, Lettu Inf Rahmat, saat dihadirkan dalam sidang. Dok: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komandan Kompi (Danki) C Yonif TP 834/Wakanga Mere Nagekeo, Lettu Inf Rahmat, saat dihadirkan dalam sidang. Dok: kumparan
Komandan Kompi (Danki) C Yonif TP 834/Wakanga Mere Nagekeo, Lettu Inf Rahmat, dihadirkan dalam sidang kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Rabu (12/11/2025).
Rahmat dihadirkan sebagai saksi untuk empat terdakwa, yakni Pratu Ahmad Ahda, Pratu Emeliano De Araujo, Pratu Petrus Nong Brian Semi, dan Pratu Aprianto Rede Radja.
Dalam kesaksiannya, Rahmat menyebut dirinya sempat melihat Prada Lucky dicambuk oleh seniornya. Ia menuturkan, perkenalannya dengan Lucky bermula setelah Danki A, Lettu Ahmad Faisal, melaporkan bahwa Lucky kabur dari barak pada 28 Juli 2025. Saat itu, Ahmad meminta Rahmat membantu mencari Lucky.
β€œAnggota baru kami belum hafal mukanya. Jadi saya bilang nanti kirim foto, nanti dibantu sama Kompi C, anggota saya,” ujar Rahmat saat menjawab Oditur Letkol Yusdiharto.
Beberapa jam kemudian, Lucky disebut berada di rumah orang tua angkatnya. Rahmat pun menarik kembali personelnya ke barak.
Setelah itu, Rahmat bersama Letda Ikrar menuju lapangan apel. Di sana, mereka melihat sejumlah personel berada di ruangan staf intel dan mendengar teriakan minta ampun dari Lucky.

Ada Suara Minta Ampun

Penyambutan secara militer jenazah Prada Lucky Namo saat tiba di Bandara El Tari Kupang, NTT. Foto: Istimewa
Di ruangan itu terdapat Lettu Ahmad Faisal, Letda Lukman Hakim, Provost Kompi A Pratu Ponsianus Alan Dadi, Lucky, dan Prada Richard Bulan.
Selanjutnya, Rahmat dan Ikrar mengaku sempat melarang agar tidak ada lagi yang memukul Lucky. Setelah itu, Lucky dan Richard dibawa ke luar.
Rahmat kemudian menanyakan Lucky dan Richard terkait alasan mereka dipukul oleh senior. Namun, Rahmat melanjutkan, Lucky hanya berdiam diri.
Ketika itu, Lettu Ahmad Faisal menjelaskan kepada Rahmat bahwa Lucky disiksa karena terkait LGBT (gay). Rahmat kemudian kembali ke kompinya untuk beristirahat.

Banyak Luka Lebam

17 senior Prada Lucky yang ikut menyiksa Prada Lucky, saat mengikuti sidang di Pengadilan Militer Kupang, Rabu (29/10/2025). Foto: kumparan
Keesokan harinya, 29 Juli 2025, Rahmat mendatangi kembali lokasi tersebut untuk mengecek kondisi Lucky dan Richard di rumah jaga. Ia menemukan banyak luka lebam di bagian belakang tubuh keduanya.
β€œBanyak luka yang kami lihat. Sehingga saya langsung panggil Dantonkes Letda Erman untuk memeriksa kondisi keduanya,” urai Rahmat.
β€œKami bertemu terakhir pada 30 Juli 2025 seusai apel pagi, dan kondisi mereka masih sama. Masih bisa diajak bicara,” sambungnya.
Pada 4 Agustus 2025, Rahmat dihubungi oleh komandannya agar mengecek Lucky di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT. Setelah dicek, ternyata Lucky sedang dirawat di ruang ICU rumah sakit tersebut.
β€œYang dirawat cuma satu, yaitu almarhum (Lucky). Saat itu kami lihat almarhum sedang dipasangi ventilator oleh dokter. Jadi, saya temani almarhum sampai jam 8,” terang Rahmat.
Rahmat mengungkapkan dirinya selalu mendampingi Lucky selama dirawat hingga mengembuskan napas terakhir di RSUD Aeramo pada 6 Agustus 2025.

Periksa Prajurit

Setelah kembali ke barak, Rahmat mendapat perintah dari komandannya agar mengecek prajurit yang terlibat dalam pemukulan terhadap Lucky. Ia pun memerintahkan semua personel organik dari Kompi A, B, dan C untuk apel, lalu meminta mereka jujur terkait pemukulan itu.
β€œSiap, saya suruh satu batalion untuk kumpul dan saya minta mereka harus jujur. Dan saya dapati (identitas) pelaku yang pukul dan cambuk. Kami langsung klasifikasikan waktu itu,” beber Rahmat.
Menurut Rahmat, saat klasifikasi itu awalnya didapati 19 orang sebagai pelaku pemukulan dan pencambukan. Hasil itu langsung dia laporkan ke atasannya.
Trending Now