Penjelasan Kemendagri soal Bupati Buton 'Menghilang' 20 Hari: Dinas ke Jakarta

22 September 2025 19:29 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjelasan Kemendagri soal Bupati Buton 'Menghilang' 20 Hari: Dinas ke Jakarta
"Jadi beliau masih ada. Jadi kita sama-sama kita tunggu tindak lanjut dari Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektorat Jenderal, ya. Mengenai yang di Buton," ujarnya.
kumparanNEWS
Kapuspen Kemendagri Benni Irwan di kantor Kemendagri, Rabu (13/9/2023). Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapuspen Kemendagri Benni Irwan di kantor Kemendagri, Rabu (13/9/2023). Foto: Hedi/kumparan
Ramai Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, Alvin Akawijaya Putra sempat dilaporkan sebagai orang hilang ke kepolisian. Ia disebut 'menghilang' selama berhari-hari.
Belakangan diketahui, menurut Kapuspen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Benny Irwan, Alvin ternyata dinas di Jakarta.
"Keberadaan beliau, ya seperti yang kita ketahui bersama, itu masih ada di beberapa tempat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Buton, salah satunya di Jakarta," kata Benny di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Senin (22/9).
"Jadi beliau masih ada. Jadi kita sama-sama kita tunggu tindak lanjut dari Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektorat Jenderal, ya. Mengenai yang di Buton," ujarnya.
Ia menyebut, Kemendagri juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan Alvin. Namun belum banyak yang dibicarakan.
"Nah, ini sedang menunggu kesempatan untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut. Apakah nanti akan dipanggil ke Kementerian Dalam Negeri atau bagaimana tindak lanjutnya," ujar dia.
"Nanti kita tunggu langkah-langkah yang diambil oleh Inspektur Jenderal," sambungnya.
Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra. Foto: Dok. Istimewa
Penjelasan Alvin
Sementara itu Alvin menyebut, ia tak 'menghilang' selama 20 hari. Dan sudah kembali ke Buton pada Sabtu (20/9/2025) malam.
"Saya sudah dua minggu hari kerja saya di Jakarta, sebenarnya 20 hari, 4-6 sabtu minggu kita perhitungkan juga. Alhamdulillah saya sudah ke Dirjen Bina Marga, saya sudah diminta beliau, bahwa kami mendapatkan bantuan peningkatan jalan di stadion 2," kata Alvin kepada wartawan di Buton.
"Nah ini kan kita harus kejar bola, hal-hal seperti ini. Saya tidak main-main saja di Buton, saya hanya hilang, tolong jangan lupakan apa yang saya kerjakan di Jakarta. Semua sudah ada laporannya, dan di socmed," sambung dia.
Selama di Jakarta, Alvin juga pergi ke Kantor Kemendagri. Selain itu ada juga undangan dari UGM di Jakarta.
"Saya pergi ke KeMendagri, lalu dari Kemendagri saya dapat undangan panggilan dari Fakultas Pertanian UGM, kan ada mahasiswa UGM di sini. Kita melakukan MoU di UGM, dua tiga hari kita di situ kita harus kalkulasikan pembelian tiket, lalu habis itu saya ke Kemendagri lagi bertemu Dirjen Otda."
Menurutnya, banyak pihak yang mungkin kurang mengerti cara bekerjanya kan di Buton. Katanya, Buton daerah kecil dan punya 2 bagian APBD terdiri dari dana transfer daerah dan Pendapat Asli Daerah (PAD).
"Nah kita di Buton ini 4 persen PAD dan 95 persen transfer pusat. Nah ini menurut saya yang mengharuskan saya berpikir dan juga berbuat melakukan tindakan yang extraoridnary yaitu keluar mencari dana. Dan banyak sekali warisan warisan dari senior saya yang cukup memberatkan juga saya di sini, utang-utang belum dibayar, defisit anggaran Rp 22 miliar, nah ini membuat saya sebagai pemimpin agak panik juga," urai dia.
"Kalau saya hanya berdiam diri di balik kursi, tidak ke pusat, membuka jaringan meminta bantuan dari kementerian. Kalau tidak, apakah teman-teman mau membantu Buton? Tapi tidak usah, karena itu permasalahan kepala daerah, biarlah kepala daerah yang membuat solusinya sendiri," tutupnya.
Trending Now